fbpx

Agile Habits, Cara Ampuh Ubah Kebiasaan dalam Satu Waktu

Transformasi atau terdisrupsi? Dua pilihan itu mau tak mau menjadi pilihan yang dihadapkan pada perusahaan dengan model bisnis tradisional.

Berkembangnya model bisnis startup membuat keberadaan model bisnis tradisional perlu berbenah diri bahkan dituntut untuk melakukan transformasi. Sayangnya jalan menuju transformasi layaknya jalan di hutan rimba, kita perlu menemukan jalan kita sendiri.

Berdasarkan pengalaman membantu perusahaan-perusahaan untuk memulai transformasi agile, Hugo Messer, Founder Ekipa membukukan pengalamannya dalam buku terbarunya yang berjudul Start Agile.

Buku Start Agile ini merupakan buku berisikan best practice berdasarkan pemikiran dan pengalaman terkait memulai transformasi agile.

Ada beberapa alasan mengapa orang-orang memulai transformasi agile, yaitu:

  • Mempercepat pengembangan produk.
  • Membuat orang bekerja pada tim dengan lintas fungsi.
  • Ingin meluncurkan produk digital yang lebih inovatif.
  • Menjadikan orang-orang lebih produktif.
  • Mencari tahu lebih dalam apa itu agile.

Sebagian besar transformasi agile memulai perjalanannya dari atas ke bawah (top-down). Namun, terkadang transformasi agile pun dimulai dari bawah ke atas (bottom-up), pengembangan dari bawah ke atas menurut orang-orang IT dinilai sebagai cara terbaik untuk mengembangkan produk digital yang hebat.

Berikut ini tahapan-tahapan yang perlu kamu ketahui untuk memulai transformasi agile. Ada tiga tahapan untuk memulai transformasi agile. Tahapan tersebut seperti percobaan berulang, iterasi, dan perbaikan terus-menerus. Kamu bisa melihat penjelasan tahapan transformasi agile lebih jelas pada gambar berikut:

Tentang Start Agile

Berbicara tentang memulai penerapan agile, maka berikut ini yang perlu kamu fokuskan ketika akan memulai penerapan agile:

  1. Struktur: biasanya adalah tribe, kelompok, atau scrum team.
  2. Proses: hampir selalu scrum atau elemen dari scrum.
  3. Orang: melatih orang-orang terkait scrum dan fundamental agile.
  4. Kepemimpinan: membuat pemimpin menyadari apa yang sedang terjadi.
  5. Alat: Jira, trello, dan alat lain untuk visualisasi.

Itulah fokus-fokus yang dijelaskan juga dalam buku start agile.

Beberapa orang terkadang keliru menyimpulkan apabila ketika mereka telah mempunyai salah satu dasar dari lima fokus di atas maka mereka telah selesai melakukan transformasi agile.

Namun, berikut ini pandangan dari Hugo Messer, penulis buku start agile:

a. Transformasi itu tidak pernah selesai. Transformasi bukanlah sebuah proyek. Transformasi adalah siklus yang tak pernah berhenti untuk menjadikan apa yang kita lakukan dan bagaimana kita melakukannya dengan lebih baik.

b. Fokus setelah menerapkan lima fokus agile di atas adalah dengan menerapkan agile habits.

c. Untuk membuat organisasi besar yang agile maka kita perlu membangun blok bangunan agile yang tepat.

Baca Juga: Berencana Start Agile? Kamu Wajib Baca Buku-Buku Ini!

Organisasi Agile

Terkait blok bangunan agile ini sudah dijelaskan dengan bagus oleh McKinsey. Berikut ini akan ditunjukkan praktek agile di tingkat organisasi.

Dari gambar di atas yang dikonsepkan oleh McKinsey bisa dikatakan bahwa itulah aspek-aspek yang sangat penting dalam membangun organisasi yang agile.

Pada sebagian besar transformasi biasanya telah dirancang roadmap untuk beberapa tahun ke depan. Hambatan-hambatan yang menghadang saat transformasi ditangani dengan melakukan iterasi dan perbaikan.

Sayangnya ketika organisasi sedang dalam proses transformasi agile, mereka terlalu berfokus pada roadmap dan membangun blok bangunan agile. Padahal ada hal lain yang tak kalah pentingnya seperti bagaimana cara kita mengubah kebiasaan orang-orang? Bagaimana cara kita melatih orang lain untuk memiliki jiwa kewirausahaan, mau belajar, dan berinovasi?

Baca Juga: 4 Agile Values yang Berhasil Diterapkan dalam Merger Gojek dan Tokopedia

Tentang Agile Habits

Mengubah kebiasaan bukanlah hal mudah, apalagi mengubah kebiasaan banyak orang. Namun, itu bukan juga hal yang mustahil, hanya saja butuh waktu.

Jika kita ingin mengubah bagaimana cara orang banyak berpikir dan melakukan pekerjaan maka kita perlu untuk mengubah kebiasaan mereka.

Berbicara cara mengubah cara orang bekerja bukan hanya tentang mengadakan training satu hari penuh dan bukan hanya tentang merekrut agile coach.

Salah satu tema penting dalam pembahasan ketangkasan (agility) adalah organisasi mandiri (self organization). Hal ini terdengar menyenangkan bagi banyak orang, tapi pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah bagaimana cara untuk menstimulasi pengorganisasian mandiri? Apa yang dihrapkan dari kita? Bagaimana kita mengatur diri sendiri? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah mendefinisikan, mendorong, dan mengukur agile habits.

Untuk kamu yang penasaran bagaimana menerapkan agile habits, Ekipa telah menyediakan serangkaian channel yakni podcast, artikel, dan buku tentang agile habits. Jangan lupa untuk mengunduh buku terbaru dari Founder Ekipa yang berjudul Start Agile, kamu bisa mengunduhnya secara gratis.

Jangan lupa download bukunya di sini!

Ebook Agile

Open chat