fbpx

5 Cara Terbaik Memulai Penerapan Agile Untuk Pemula

Memulai Penerapan Agile

Sobat agile, apakah kamu seorang agile enthusiast yang masih bertanya-tanya tentang cara terbaik memulai penerapan agile?

Selamat! kamu bertemu dengan tulisan yang tepat. Tulisan ini ditujukan untuk kamu yang masih baru mengenal tentang agile dan ingin menerapkannya baik di organisasi atau di tim pengembang software.

Simak sampai habis ya!

Ingin Memulai Penerapan Agile, Enaknya Dari Mana Dulu?

Cara terbaik untuk memulai menerapkan agile memang bisa dibilang berbeda-beda antara orang satu dengan lainnya. Bisa dibilang tergantung seberapa paham mereka mengetahui tentang agile ini.

Namun, apabila kamu masih sangat baru dan awam tentang agile dan ingin memulai menerapkan agile di organisasimu, Ekipa sudah membuat rekomendasi 5 cara terbaik memulai Agile.

1. Pahami Prinsip dan Nilai Dibalik Agile Manifesto

Pahami Agile Manifesto
Photo by İrfan Simsar on Unsplash

Tak kenal maka tak sayang, pernah dengar pernyataan seperti itu? Nah, pernyataan itu juga berlaku untuk kamu yang ingin mengenal agile lebih dalam lagi.

Sejatinya agile adalah sebuah mindset yang diperlukan untuk menghadapi kondisi yang penuh ketidakpastian.

Agile ini awalnya memang diterapkan oleh para tim pengembang software untuk mewujudkan software terbaik. Karena tim pengembang software ini merasa metode agile ini bisa juga diterapkan di organisasi maka agile pun semakin digaungkan.

Kamu pun perlu memahami prinsip dan nilai yang diusung oleh metode agile ini. Prinsip dan nilai yang diusung oleh metode agile software development ini biasa dikenal dengan agile manifesto.

Ada empat nilai dan dua belas prinsip dalam agile manifesto yang perlu kamu tahu. Setelah kamu paham akan nilai dan prinsip dari agile manifesto maka akan membuat perjalananmu menerapkan agile semakin mudah dan jelas.

2. Pahami tentang Product/Market Fit

product fit
Photo by Matus Hatala on Unsplash

Apa yang kamu harapkan dengan menerapkan agile? Tentunya kamu ingin mendapatkan organisasimu bisa menghasilkan produk-produk bisnis terbaik, bukan?

Nah, selain penting untuk memahami prinsip dan nilai agile manifesto, kamu juga perlu memahami apa yang dimaksud dengan product/market fit.

Dengan memahami product/market fit maka kamu dan tim akan tahu bahwa hal yang paling penting selain memberikan hal yang benar adalah memberikan hal melebihi ekspektasi yang diinginkan pelanggan.

Product/market fit ini akan memberikan nilai tambah ke dalam bisnis yang kamu jalankan. Tentunya dengan memahami product/market fit akan membantumu dan tim untuk menciptakan produk-produk yang diinginkan oleh pelanggan. Sehingga produk yang diciptakan tidak sia-sia dan bisa diserap di pasar.

3. Perdalam Metodologi dan Framework Agile Software Development dan Cari yang Terbaik untuk Tim Kamu

Pahami Agile Software Development
Photo by Daria Nepriakhina on Unsplash

Metode agile itu tidak berdiri sendirian. Ada berbagai framework yang bisa kamu gunakan. Framework yang ada dalam metode agile ada kanban, scrum, XP, dan masih banyak lagi.

Pelajari setiap framework yang ada dan lihatlah ke dalam kondisi organisasi atau tim. Internalisasi pengetahuan yang sudah kamu dapat dan cobalah untuk melihat kondisi organisasi atau tim.

Kemudian tentukan kira-kira framework Agile yang paling cocok dengan organisasi atau tim kamu.

Baca Juga : 5 Cara Asyik Belajar Agile dan Scrum

4. Baca Buku Referensi Best Practice tentang Agile

buku agile practices
Photo by Laura Seaman on Unsplash

Buku adalah teman terbaik untuk menambah pengetahuan dan pemahaman. Kamu bisa memulai menerapkan agile dengan membaca buku referensi best practice penerapan agile.

Kamu bisa lebih dalam mengetahui tentang agile dan bagaimana perusahaan-perusahaan bisa sukses menerapkan agile.

Ada beberapa rekomendasi buku best practice penerapan agile, yaitu:

  • Practices Of An Agile Developer yang ditulis oleh Venkat Subramaniam dan Andy Hunt. Buku ini berbicara tentang beberapa praktik metode agile dengan cara yang cukup independen. Hal menarik dari buku ini adalah terdapat petunjuk untuk mengetahui apakah praktik agile yang kita lakukan sudah bekerja dengan baik atau belum.
  • The Art Of Agile Development yang ditulis oleh James Shore dan Shane Warden. Buku ini berbicara lebih ke proses dan juga tentang varian pemrograman ekstrim.
  • Agile Software Development With Scrum ditulis oleh Ken Scwabher dan Mike Beedle.
  • Peopleware: Productive Projects and Teams yang ditulis oleh Tom Demarco dan tim lister. Buku ini mengajarkanmu pentingnya berperilaku agile.
  • Agile And Iterative Development yang ditulis oleh Craig Larman. Buku ini bisa dibilang buku tentang kasus ketangkasan.

5. Bekerja dan Dapatkan Insight dari Agile Coach

agile coach
Photo by Austin Distel on Unsplash

Cara lain yang bisa kamu coba adalah dengan bekerja sama agile coach. Agile coach adalah mereka yang sudah berpengalaman menerapkan agile di organisasi atau tim.

Selain itu orang yang menjadi agile coach adalah mereka yang sudah mendapatkan berbagai macam sertifikasi agile. Sehingga keilmuannya bisa dipertanggungjawabkan.

Agile coach akan membantumu mengenal agile dari awal hingga penerapannya. Manfaat lainnya dengan adanya agile coach kamu bisa menerapkan agile yang benar.

Karena selama ini banyak yang mengaku sudah menerapkan agile dengan tepat, tapi setelah ditelusuri ternyata penerapan agile-nya masih belum tepat.

Kamu bisa menemukan agile coach yang akan membantumu di Ekipa. Ekipa memiliki 14 top Agile coaches dengan pengalaman yang sudah tidak bisa diragukan lagi.

Kamu juga bisa berinteraksi dengan para top agile coaches Ekipa dengan bergabung bersama Ekipa+, komunitas agile terbesar di Indonesia.

Baca Juga: 7 Manfaat Gabung Komunitas Agile Untuk Kesuksesan Karirmu

Kesimpulan

Perjalanan memulai implementasi agile memang bisa dibilang layaknya memulai segala sesuatu hal yang baru.

Agar perjalanan pertamamu memulai penerapan agile berjalan mulus, kamu bisa mencoba lima cara yang sudah dipaparkan di atas.

Ekipa juga akan menjadi partner terbaik kamu mengenal agile lebih dalam lagi dengan menyediakan pembelajaran topik agile secara komprehensif di e-learning Ekipa.

Selamat memulai perjalanan pertamamu menerapkan agile dan rasakan manfaatnya!

Bertransformasi dengan Beriterasi

Sekarang ini bertransformasi menjadi kunci bertahan sebuah perusahaan di masa pandemi. Ada yang menyebut transformasi yang dilakukan itu sebagai digital transformation atau agile transformation. Apapun

Read More »
Open chat