fbpx
  • 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik

Agile Coach: Profesi Menjanjikan di Abad 21

Tahukah kamu bahwa profesi Agile Coach menjadi salah satu profesi terbaik di tahun 2019 menurut situs Indeed.com dan juga menjadi salah satu profesi paling menjanjikan di tahun 2017 menurut laporan data dari LinkedIn?

Tak heran jika profesi Agile Coach mendapatkan nominasi seperti di atas, hal itu disebabkan karena disrupsi teknologi yang membuat banyak perusahaan yang mau tak mau harus segera bertransformasi. Transformasi sebuah perusahaan membutuhkan sebuah cara bekerja yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat. Cara kerja agile pun menjadi jawabannya.

Keharusan perusahaan untuk bertransformasi di tengah era disrupsi ini membuat permintaan akan profesi Agile Coach ini menjadi meningkat. Tak heran pula banyak orang yang beralih profesi menjadi seorang Agile Coach. Selain permintaannya tinggi, gajinya pun cukup menggiurkan.

Menurut situs Indeed.com yang memberikan label profesi Agile Coach sebagai profesi terbaik menyebutkan bahwa rata-rata gaji Agile Coach adalah $161,377. Kalau di Indonesia berapa ya kira-kira gajinya?

Nah, untuk memenuhi rasa penasaran apa itu Agile Coach, tanggung jawabnya, dan berapa gajinya, yuk simak tulisan ini hingga selesai ya!

Apa itu Agile Coach? 

Mungkin kamu masih bertanya-tanya apa itu Agile Coach yang dinyatakan sebagai salah satu pekerjaan terbaik?

Agile Coach adalah seseorang yang memiliki peran untuk menciptakan dan meningkatkan proses implementasi Agile dalam sebuah organisasi atau tim.

Agile Coach memastikan bahwa anggota tim atau perusahaan bekerja bersama dengan cara yang paling efektif. Sebagai seorang Agile Coach kamu berada dalam posisi untuk menciptakan dan memotivasi tim yang berkinerja tinggi dalam mengimplementasikan cara kerja agile melalui kolaborasi dan komunikasi yang terbuka.

Apakah peran Agile Coach sama dengan Project Manager? Jawabannya tentu berbeda.

Project Manager memiliki peran untuk memastikan bahwa setiap anggotanya memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas. Sedangkan Agile Coach berperan untuk memastikan implementasi Agile berjalan dengan baik dalam sebuah organisasi atau tim.

Background seorang Agile Coach bisa bervariasi, tapi sebagian besar berlatar belakang IT, project management, product management, ataupun software development.

Baca Juga: Apa itu Agile dan Bagaimana Perusahaan Bisa Bertransformasi Lebih Cepat dan Produktif

Apa Tugas dan Tanggung Jawab Agile Coach?

Apa yang dilakukan oleh Agile Coach dalam keseharian pekerjaannya? Berikut ini beberapa tugas dan tanggung jawab dari seorang Agile Coach:

  • Memandu tim dan organisasi tentang bagaimana cara menggunakan praktik dan nilai Agile ataupun Scrum untuk memenuhi kebutuhan customer.
  • Memandu tim tentang bagaimana cara memaksimalkan pengelolaan organisasi yang mandiri (self-organized).
  • Memandu tim dalam mengatur diri sendiri untuk mengisi celah dalam kerangka Agile/Scrum.
  • Melakukan penilaian pengukuran tentang seberapa agile sebuah tim atau organisasi dengan menggunakan Agile Maturity Assesment (AMA) dan melatih tim untuk meningkatkan kematangan implementasi agile dengan kecepatan yang berkelanjutan dan nyaman bagi tim dan organisasi.
  • Membimbing tim untuk menemukan personel yang tepat untuk menghilangkan hambatan.
  • Membangun lingkungan yang percaya dan aman di mana masalah dapat diangkat tanpa rasa takut disalahkan, pembalasan, atau dihakimi, dengan penekanan pada penyembuhan dan pemecahan masalah.
  • Memfasilitasi menyelesaikan pekerjaan tanpa paksaan, menugaskan, atau mendikte pekerjaan.
  • Memfasilitasi diskusi, pengambilan keputusan, dan resolusi konflik.
  • Membantu komunikasi internal dan eksternal, meningkatkan transparansi, dan menyebarkan informasi.
  • Mendukung dan mengedukasi Product Owner terutama dalam hal merawat dan menjaga product backlog.
  • Memberikan semua dukungan kepada tim menggunakan gaya kepemimpinan yang melayani bila memungkinkan, dan memimpin dengan memberi contoh.

Tipe-Tipe Agile Coach

Dalam praktiknya ada berbagai sebutan nama untuk profesi Agile Coach, mungkin hal ini sedikit membingungkan. Nah, agar kamu tidak bingung mari kita kenali tipe-tipe Agile Coach.

Biasanya Agile Coach disebut juga sebagai Agile Facilitator, Scrum Master, Scrum Coach, Iteration Manager, Enterprise Agile Coach, dan Kanban Coach.

Nah, dalam artikel ini akan disebutkan tiga tipe Agile Coach. Tipe Agile Coach ini dibedakan berdasarkan ukuran tim yang ditangani. Apa sajakah itu?

1. Agile Facilitator

Fokus utama dari Agile Facilitator adalah menangani satu tim. Tujuan Agile Facilitator adalah membantu sebuah tim untuk melakukan transisi ke cara bekerja agile dan pada akhirnya bisa meningkatkan produktivitas tim.

Peran utama dari Agile Facilitator adalah memastikan bahwa agile terimplementasi dengan baik dalam sebuah tim. Pekerjaan dari Agile Facilitator tidak hanya mengenalkan seremonial dari agile seperti daily standup ataupun retrospective, tapi memastikan bahwa seremonial-seremonial ini memberikan nilai kepada tim.

2. Agile Coach

Bila Agile Facilitator fokus pada satu tim, maka Agile Coach fokus mengenalkan dan memastikan Agile bekerja dengan baik pada tingkat antar departemen (multi-team).

Sebagian besar Agile Coach memiliki pengalaman sebelumnya sebagai Agile Facilitator. Langkah menjadi Agile Facilitator layaknya batu loncatan untuk seseorang yang ingin menjadi Agile Coach.

3. Enterprise Agile Coach

Sesuai namanya maka Enterprise Agile Coach fokus pada level enterprise atau perusahaan. Hal yang membedakan adalah apa yang dikerjakan. Tujuan utamanya tetap untuk memastikan agile bekerja dengan baik dalam perusahaan.

Hanya saja Enterprise Agile Coach kurang terlibat dalam aktivitas sehari-hari untuk membantu tim mengimplementasikan agile. Tugasnya lebih kepada mengubah keseluruhan struktur organisasi di perusahaan untuk memfasilitasi penerapan prinsip-prinsip agile.

Enterprise Agile Coach perlu berkolaborasi dengan pihak pimpinan senior dan membantu mereka memahami manfaat agile bagi perusahaan dan struktur yang diperlukan untuk membuat implementasi agile secara berkelanjutan dalam perusahaan.

Seperti Apa Kebutuhan Perusahaan akan Peran Agile Coach?

Saat ini perusahaan dihadapkan pada dua jenis disrupsi yakni disrupsi teknologi dan disrupsi pandemi. Beradaptasi adalah kuncinya. Agile membantu perusahaan untuk beradaptasi dengan segala macam perubahan yang terjadi.

Perubahan yang begitu cepat menuntut perusahaan untuk secepatnya mengirimkan produk seefektif dan secepat mungkin kepada customer. Karena hal itu banyak perusahaan yang sekarang mulai melirik cara kerja agile.

Sebelum agile populer, perusahaan biasanya menggunakan model waterfall dalam perencanaan proyeknya. Kelemahan dari model waterfall ini adalah pengerjaan proyek dilakukan secara berurutan sehingga membuat waktu pengerjaan lama.

Waktu pengerjaan menjadi lama karena untuk menuju tahap selanjutnya perlu menunggu tahap sebelumnya selesai. Berbeda dengan agile yang waktu pengerjaannya bisa jauh lebih cepat dengan terus melakukan perbaikan pada setiap iterasi.

Agile membuat perusahaan mampu membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan customer dan bisa langsung mendapatkan feedback untuk perbaikan.

Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Agile Coach

Tugas utama seorang Agile Coach adalah mengajarkan tim dan organisasi tentang cara menggunakan metode agile secara efektif. Untuk menjalankan tugas utama tersebut ada keterampilan yang dibutuhkan. Apa sajakah itu?

Menurut Ziprecruiter, semenjak bulan Januari 2018 berikut ini adalah 10 keterampilan dan kualifikasi yang dicari oleh perusahaan.

Skill yang Dicari oleh PerusahaanProsentase
Jira14,01%
Manajemen Perubahan (Change Management)13.38%
Pengembangan Perangkat Lunak (Software Development)11.46%
SDLC11.46%
Pengembangan Proses (Process Improvement)11.46%
Business Analyst10.19%
Continuous Integration7.64%
Continual Improvement Process7.64%
DevOps7.01%
Waterfall5.73%
Sumber: Ziprecruiter

Itulah sepuluh keterampilan yang dicari oleh perusahaan. Sedangkan menurut Ziprecruiter berikut ini sepuluh keterampilan yang biasanya dimiliki oleh pelamar Agile Coach.

Skill yang Dimiliki Oleh Pelamar Agile CoachProsentase
Jira15.19%
Software Development11.03%
Waterfall10.51%
Vendor Management10.09%
DevOps9.47%
Continual Improvement Process9.05%
Process Improvement8.84%
Consulting Experience8.74%
Change Management8.64%
Business Analyst8.43%
Sumber: Ziprecruiter

Gaji Agile Coach di Indonesia

Profesi Agile Coach ini menjadi salah satu pekerjaan terbaik di tahun 2019 menurut situs Indeed.com. Nah, sebenarnya berapa sih gaji seorang Agile Coach di Indonesia? Mari kita intip berapa gajinya!

Gaji seorang Agile Coach di Indonesia menurut Salary Expert rata-rata berada pada angka Rp405.859.312 per tahun atau Rp195.125 per jamnya. Selain mendapatkan gaji pokok, rata-rata mereka mendapatkan bonus sekitar Rp10.877.030.

Untuk Agile Coach yang termasuk ke entry level dengan pengalaman 1-3 tahun rata-rata gajinya adalah Rp297.318.610. Sedangkan bagi yang sudah masuk ke level senior dengan pengalaman 8 tahun maka rata-rata gajinya adalah Rp505.567.088.

Data gaji dari Salary Expert itu didapatkan dari survey gaji yang dikumpulkan langsung oleh pemberi kerja atau karyawan anonim di Indonesia.

Tips Menjadi Agile Coach

Dari penjelasan di atas prospek profesi Agile Coach sungguh menggiurkan bukan untuk ditekuni? Apabila kamu ingin menjadi Agile Coach berikut ini ada beberapa tips yang bisa kamu praktekkan.

1. Pelajari Manifesto dan Prinsip Agile

Untuk memahami agile maka kamu perlu memahami bagaimana manifesto dan prinsip dari agile itu sendiri. Ibarat ingin membangun rumah maka kamu harus punya dasarnya.

Kamu bisa mempelajari manifesto dan prinsip Agile dari website Agile Manifesto. Kamu juga bisa mempelajari pengetahuan seputar agile yang dibagikan langsung oleh para Agile Practicioner melalui Ekipa+ E-learning. Kamu bisa mengambil kelas online yang bisa kamu ikuti dimana saja dan kapan saja.

2. Baca Buku Tentang Agile

Perdalam pengetahuan dasar dan pondasimu dengan membaca buku tentang Agile. Ada banyak buku yang beredar di luar sana terkait agile.

Kamu bisa mulai membaca buku The Art of Doing Twice the Work in Half the Time karya Jeff Shuterland. Jeff Shuterland ini salah satu orang yang turut mempopulerkan Scrum dalam praktik implementasi agile. Melalui buku ini kamu akan memahami pondasi dan manfaat dari Scrum.

Rekomendasi dari Ekipa sendiri untuk kamu yang baru ingin mempelajari Agile maupun yang ingin mendalaminya bisa membaca buku karya Founder Ekipa, Hugo Messer yang berjudul Start Agile.

Baca Juga: Berencana Start Agile? Kamu Wajib Baca Buku Ini!

3. Perdalam Pengetahuan dengan Mengikuti Agile Training

Kalau kamu tak mau sendirian belajar Agile maka mengikuti Agile Training menjadi solusinya. Kamu bisa mengikuti Agile Training secara individu atau pun kelompok.

Manfaat mengikuti Agile Training adalah kamu mendapatkan materi best practice langsung dari Agile Expert. Kamu bisa kontak Ekipa lebih lanjut terkait Agile Training ini. Sudah banyak perusahaan yang mengadakan sesi khusus Agile Training bagi karyawannya.

4. Selangkah Lebih Maju dengan Scrum Master Certification

Salah satu Agile practice yang cukup populer dan banyak digunakan adalah Scrum. Scrum juga menjadi awal yang baik untuk kamu memahami tentang Agile.

Scrum Master Certification menjadi salah satu pilihan yang sangat direkomendasikan apabila kamu betul-betul ingin menjadi Agile Coach.

Mendapatkan sertifikasi Scrum Master membantu kamu dalam menjadi pemimpin pada tim yang Agile sekalipun tim yang kamu latih menggunakan Scrum, Kanban, atau pendekatan Agile lainnya.

Kamu bisa mengikuti Scrum Master Certification di Indonesia melalui Ekipa, perusahaan pemberi sertifikasi Scrum master terkemuka di Indonesia. Pemberian materi dan ujian diberikan dalam bahasa Indonesia sehingga akan memudahkanmu.

5. Perluas Koneksi dengan Para Agile Coach

Networking menjadi hal yang penting dalam proses membangun karir khususnya dalam hal ini adalah karir menjadi Agile Coach. Kamu perlu terkoneksi dengan para praktisi Agile ataupun Agile Coach yang sudah senior. Kamu bisa terkoneksi dengan mereka lewat sosial media untuk profesional yakni LinkedIn.

Namun, apabila kamu ingin mendapat interaksi yang efektif dengan para Agile Coach, kamu bisa bergabung bersama Ekipa+. Kamu akan terhubung dengan para Agile Coach Ekipa yang sudah memiliki jam terbang banyak dan berinteraksi melalui sesi interaktif yang diadakan.

Awali Karir Agile Coach dengan Agile Courses dan Certification dari Ekipa, Ada Promo 76% Off, Lho

Buat kamu yang ingin menjadi seorang agile coach maka perlu memahami fundamental dan mindset yang benar tentang agile. Tak usah bingung, Ekipa menyediakan kursus dan sertifikasi yang membuatmu selangkah lebih dekat dengan karir impianmu sebagai agile coach.

Oh, ya, sampai tanggal 5 September 2021 nanti semua kelas dan sertifikasi di E-learning Ekipa sedang diskon 76% lho. Kapan lagi bisa ikut kelas dan sertifikasi dengan harga super murah. Kalau kamu tertarik bisa langsung klik banner di bawah ini ya untuk klaim diskonnya.

Berkarir Sebagai Agile Coach di Ekipa

Dari semua ulasan di atas apakah kamu tertarik untuk berkarir menjadi seorang Agile Coach? Kebetulan sekali di Ekipa sedang membuka lowongan untuk berkarir sebagai Agile Coach.

Kamu akan mendapatkan pengalaman berbeda ketika menjadi Agile Coach di Ekipa. Seperti apa gambarannya? Kamu bisa baca postingan dari Ika P. Siregar tentang Minggu Pertamaku Sebagai Agile Coach di Ekipa.

Di Ekipa kamu bisa bekerja secara remote dengan fleksibilitas tinggi. Tak ada aturan bahwa kamu harus bekerja mulai pukul 9 pagi dan selesai pukul 5 sore. Kamu bisa fleksibel mengatur waktu kerjamu asalkan baik untuk kamu dan juga klien.

Yuk, jadi Agile Coach di Ekipa!

Mendefinisikan Ulang Makna Inovasi

Orang selalu melihat inovasi sebagai sebuah hal yang “wah”, entah teknologi terbaru, gadget terbaru, ide paling brilian. Padahal makna inovasi tak sepenuhnya seperti itu. Lantas

Read More »
Open chat