fbpx

Leadership Coaching, Simbiosis Mutualisme Leader dan Anggota Tim

Ekipa.co – Pada hari Rabu, tanggal 13 Oktober 2021 Agile Circles Indonesia mengundang Indra Dewanto, seorang leadership & business coach dari EnergiPesona Consulting. Indra memberikan pemaparan tentang betapa pentingnya seorang leader untuk menjadi coach bagi karyawannya. Karena ketika pemimpin melakukan leadership coaching, ada simbiosis mutualisme yang terbentuk antara pemimpin dan yang dipimpinnya. 

“Cara pandang yang selama ini keliru terkait coaching adalah coaching diadakan atau dilakukan ketika karyawan sedang bermasalah. Padahal seharusnya coaching ini dilakukan secara rutin dan terstruktur.”

Indra Dewanto

Mengapa seorang leader perlu menjadikan dirinya coach bagi karyawannya? Karena saat ini pemimpin organisasi atau bisnis dihadapkan dengan berbagai macam disrupsi. Salah satunya adalah disrupsi milenial dimana sekarang ini dunia kerja dipenuhi dengan generasi milenial yang karakteristiknya berbeda dengan generasi pendahulunya.

Baca Juga: 7 Manfaat Coaching untuk Bisnis Anda

Pentingnya Leeadership Coaching bagi Organisasi

Generasi milenial tak melulu menjadikan gaji sebagai motivasi utama dalam bekerja. Ada faktor lain yang memotivasi mereka bekerja seperti mereka memiliki tujuan besar, menginginkan kesempatan berkembang, tidak menginginkan atasan yang suka mengontrol dan memerintah, merasakan pekerjaan sebagai bagian dari hidup mereka.

Melihat karakteristik milenial tersebut maka seorang leader perlu mengajak mereka menatap ke arah dan tujuan yang sama dengan coaching

Definisi coaching menurut International Coaching Federation adalah hubungan partnership antara Coach dan Coachee (orang yang di-coaching) melalui proses kreatif, untuk menstimulasi pikiran Coachee, agar dapat memaksimalkan potensi personal dan profesional Coachee.

Dalam proses coaching, seorang leader sebagai seorang Coach perlu punya rasa penasaran yang tinggi akan kehebatan, keunggulan, dan keunikan anggota tim yang dipimpinnya. 

Coaching pun berbeda dengan mentoring. Konsep coaching adalah proses membantu seseorang untuk belajar. Sedangkan mentoring adalah proses mengajarkan seseorang berdasarkan pengalaman yang dimilikinya. 

Baca Juga: Agile Habits, Cara Ampuh Ubah Kebiasaan dalam Satu Waktu

Dinamika Coach dan Coachee dalam Leadership Coaching

Coaching dikemas dalam bentuk dialog antar Coach dan Coachee. Seorang Coach akan melontarkan pertanyaan yang menggiring Coachee untuk membuka sisi keunggulannya. Dalam proses coaching, Coachee justru yang akan berbicara lebih banyak. 

Apa manfaatnya seorang leader melakukan coaching kepada anggota timnya? Ada banyak manfaat. Namun, tujuan utamanya adalah menggali keunggulan anggota tim. Ketika mereka tahu potensi mereka dan bagaimana memaksimalkannya maka mereka akan memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya. 

Selain itu, coaching membantu Coachee dalam meningkatkan rasa percaya diri, merasa dihargai karena mereka akan dipandu untuk menemukan solusi dari permasalahannya sendiri. 

Baca Juga : Mengapa Perusahaan Perlu Menggunakan Agile di Tahun 2022

Proses coaching juga membantu untuk mengembangkan kehebatan dalam diri dan tak sekedar merasa termotivasi saja. Setelah coaching, Coachee pun akan lebih terstruktur karena jelas apa yang akan dilakukan untuk mencapai targetnya. 

Karena leadership coaching berfokus untuk mengembangkan keunggulan personal dan profesional maka bukan hanya Coachee saja yang merasakan manfaatnya, seorang leader pun akan memetik hasilnya dengan meningkatnya kinerja dari anggota tim yang sudah di-coaching. Inilah mengapa coaching disebut sebagai simbiosis mutualisme. 

Baca Juga: Program Agile Coaching Terbaik di Indonesia

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
  • 00Days
  • 00Hours
  • 00Minutes
  • 00Second
  • 00Days
  • 00Hours
  • 00Minutes
  • 00Second
Need help? Talk to us