fbpx
  • 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik
  • 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik

7 Manfaat Coaching untuk Bisnis Anda

Sekarang istilah coaching cukup populer baik dari sisi individu maupun perusahaan. Namun, sudahkah Anda paham apa itu coaching?

Sebelum kita berbicara lebih jauh tentang apa itu coaching, mari kita buka pemahaman akan pentingnya coaching dengan sebuah cerita yang bermula pada awal 1875.

Sebuah Cerita Mengapa Coaching Penting

Pentingnya seorang coach
Photo by Muyuan Ma on Unsplash

Pada tahun 1875 Harvard University dan Yale University bertanding dalam pertandingan babak pertama American Football. Saat itu strategi yang digunakan Yale University agar bisa lebih unggul daripada Harvard adalah dengan merekrut seorang coach. Sedangkan saat itu Harvard University tidak memiliki coach.

Tahukah Anda apa yang terjadi?

Dalam kurun waktu tiga dekade ke depan Harvard hanya memenangkan pertandingan sebanyak 4 kali. Barulah setelah itu Harvard memutuskan untuk merekrut seorang coach. Setelah Harvard memiliki coach, Harvard memiliki kemenangan yang jauh lebih banyak ketimbang dulu sebelum memiliki coach.

Dari cerita diatas secara tidak langsung kita memahami bahwa ada peran penting dari seorang coach untuk membantu Harvard menjadi pemenang dalam pertandingan.

Terkadang ketika kita ingin mencapai satu tujuan, kita sudah merasa maksimal mengerjakan hal yang bisa membantu mencapai tujuan tersebut, tapi mengapa tak kunjung ada kemajuan? Nah, coach akan membantu Anda bahkan bisnis Anda untuk menggali permasalahan dan menentukan strategi ke depannya.

Mari kita bahas lebih dalam tentang apa itu coaching dan manfaatnya untuk individu dan juga perusahaan.

Definisi Coaching

Menurut International coaching Federation (ICF), pengertian coaching adalah sebuah hubungan kemitraan bersama klien dalam proses kreatif dan menggugah pikiran untuk membangkitkan potensi yang ada pada klien baik secara personal maupun profesional.

Sedangakan menurut Sir John Whitmore, coaching adalah sebuah proses untuk membuka potensi seseorang yang nantinya bisa membantu memaksimalkan kinerjanya. Proses coaching lebih membantu seseorang untuk belajar ketimbang mengajarkan seseorang secara langsung.

Tujuan Coaching

Sekarang ini banyak perusahaan yang sudah mulai menerapkan budaya coaching dalam perusahaannya. Coaching menjadi salah satu cara untuk membuat karyawan nyaman, betah, merasa bertumbuh, dan diperhatikan oleh perusahaan.

Tahukah Anda bahwa tingkat turnover karyawan di bidang industri digital sebesar 19,22%, lebih besar dibandingkan industri lainnya? Data itu berdasarkan hasil riset dari Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) yang dikutip oleh Robert Walters Asia.

Kira-kira apa yang menyebabkan seorang karyawan mudah sekali untuk mengundurkan diri dan mencari perusahaan yang lebih baik?

Robert Walters Asia, seorang konsultan spesialis rekrutmen yang terkenal di dunia menemukan fakta dari hasil survey dengan 771 pencari kerja dan 496 manajer HR di dunia termasuk di Indonesia.

Salah satu fakta yang menjadi alasan mengapa karyawan mengundurkan diri adalah mereka merasa susah untuk bertumbuh dan perusahaan tidak memberikan keleluasaan bagi dirinya untuk meningkatkan kapasitas dirinya.

Karyawan profesional akan selalu berusaha untuk meningkatkan kapasitas dirinya, tapi apabila tidak difasilitasi dengan baik maka mereka menjadi tidak betah dan mencari tempat lain yang memberikan perhatian lebih pada pengembangan kapasitas diri.

Dengan adanya coaching, membantu karyawan untuk bisa mengembangkan diri dan membuat dirinya merasa diperhatikan oleh perusahaan. Adapun tujuan coaching yang umum terjadi adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan kinerja dari karyawan.
  • Meningkatkan komitmen karyawan terhadap perusahaan.
  • Mengembangkan keterampilan yang dimiliki karyawan.
  • Memberikan tantangan kepada keryawan untuk menunjukkan performa terbaiknya.
  • Meningkatkan produktivitas.
  • Menjalin hubungan yang lebih dekat antara perusahaan dan karyawan.
Baca Juga
1. Agile Habits, Cara Ampuh Ubah Kebiasaan dalam Satu Waktu
2. Apakah Organisasi Anda Siap Untuk Berinovasi?
3. Mengapa Perusahaan Perlu Menggunakan Agile di Tahun 2021?

Apa Saja Metode Coaching?

metode coaching
Photo by KOBU Agency on Unsplash

Setelah Anda mengetahui tujuan coaching mungkin Anda ingin segera menerapkannya dalam perusahaan Anda. Namun, tunggu dulu. Anda harus terlebih dahulu mengetahui apa saja metode coaching.

Metode coaching adalah sebuah teknik yang digunakan oleh seorang coach untuk memberikan coaching kepada kliennya. Jadi, coaching tak sekedar hanya obrolan biasa.

Berikut ini beberapa metode coaching yang umumnya digunakan:

  1. GROW Model
  2. Narrative Coaching
  3. Co-Active Coaching
  4. CLEAR/OSCAR/Integral

Selain itu ada beberapa model metode coaching yang bisa digunakan. Namun, pada intinya bagaimana cara kerja coaching adalah sebagai berikut,

  1. Seorang coach akan memberikan pertanyaan terbaik yang mampu menstimulasi dan menggali potensi terbaik dari kliennya.
  2. Seorang coach akan mendengarkan dengan fokus atas apa yang Anda utarakan.
  3. Memberikan kehadiran sutuhnya.
  4. Membangun kepercayaan antara satu sama lain.
  5. Memfasilitasi kemajuan Anda.

Tugas coach adalah menjadi partner terbaik bagi Anda. Seorang coach berharap setelah mengikuti sesi coaching, hidup Anda menjadi lebih bahagia, baik dari sebelumnya, sehat, dan sukses. Coach juga ingin Anda bisa menikmati kehidupan personal, pekerjaan, keluarga, dan teman-teman.

Manfaat Coaching bagi Perusahaan dan Individu

Agar Anda semakin yakin untuk mengikuti sesi coaching maka berikut ini kami sajikan manfaat coaching yang akan diterima baik oleh individu maupun perusahaan.

Manfaat utama yang akan didapatkan oleh perusahaan tentunya adalah peningkatan kapasitas diri karyawan, kinerja dan produktivitas meningkat sehingga perusahaan bisa mencapai tujuan terbaiknya.

Manfaat coaching ini berdasarkan hasil riset ICF Global Consumer Awareness Study tahun 2017. Hasil riset ini melibatkan sekitar 27.134 responden dari 30 negara.

1. Meningkatkan Optimisme Diri dan Performa Tim

Sebanyak 43% responden ketika ditanya mengapa mengikuti coaching, maka jawabannya adalah dengan coaching mereka merasa tingkat optimisme dirinya meningkat. Dengan tingkat optimis yang meningkat membuat mereka lebih semangat mengerjakan pekerjaannya sehingga meningkatkan performa tim.

2. Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi

Ketika mengikuti sesi coaching, Anda akan diberikan pertanyaan-pertanyaan yang akan menstimulasi pikiran. Anda pun akan menjawab pertanyaan tersebut sesuai dengan apa yang Anda rasakan, pikirkan, dan alami.

Secara tidak langsung sesi coaching meningkatkan keterampilan berkomunikasi Anda. Karena Anda akan menyampaikan apa yang Anda pikirkan kepada coach. Manfaat ini dirasakan oleh sebanyak 39% responden.

3. Meningkatkan Produktivitas

Coaching menjadi sebuah wadah untuk mengembangkan dan meningkatkan kapasitas diri. Tak hanya masalah pribadi yang dibahas dalam coaching, tapi juga masalah pekerjaan.

Anda juga bisa menceritakan terkait hal-hal atau masalah dalam pekerjaan. Dalam riset ICF tadi sebanyak 38% mengakui bahwa coaching mampu meningkatkan produktivitas kerja.

4. Memperluas Peluang Karir Profesional

Dengan berbincang bersama coach, Anda akan mendapatkan banyak insight dan perspektif baru. Coach dalam proses coaching ini bisa berasal dari pihak internal perusahaan maupun eksternal perusahaan.

35% responden mengakui manfaat coaching yang satu ini. Anda bisa melihat peluang karir dari pekerjaan yang selama ini Anda kerjakan.

5. Meningkatkan Rasa Percaya Diri dan Self Esteem

Responden wanita memberikan respon lebih tinggi dibandingkan responden laki-laki terkait peningkatan rasa percaya diri dan self esteem setelah mengikuti sesi coaching (36% vs 33%).

Rasa percaya diri dan self esteem meningkat karena Anda mulai mengenali apa yang menjadi potensi terbaik dalam diri, kelebihan, dan keterampilan yang dimiliki. Rasa percaya diri tumbuh bukan karena bakat bawaan dari lahir, tapi rasa percaya diri muncul karena dilatih dengan baik.

6. Meningkatkan Work-Life Balance

Sebanyak 34% responden menyatakan bahwa coaching mampu meningkatkan work-life balance. Sesi coaching tak sama dengan mentoring. Dalam sesi coaching, Anda yang akan lebih aktif untuk bercerita.

Coach tidak akan menunjukkan solusi dari setiap permasalahan kita. Namun, hanya memberikan pertanyaan panduan yang bisa membantu Anda mencari solusi yang seharusnya diambil.

Dalam sesi coaching, coach berharap agar Anda bisa menikmati hidup baik kehidupan bersama keluarga, personal, teman-teman, ataupun pekerjaan.

Sesi coaching bisa menjadi sarana untuk Anda menyeimbangkan antara kehidupan kerja dan personal.

7. Meningkatkan Strategi Manajemen Bisnis

33% responden laki-laki memiliki kecenderungan untuk mengikuti sesi coaching karena ingin meningkatkan strategi manajemen bisnis mereka. Prosentase ini lebih tinggi ketimbang responden wanita yang hanya 30%.

Sesi coaching dijadikan sarana untuk mendapatkan perspektif baru tentang bisnis yang dijalani. Terkait manfaat ini biasanya perusahaan merekrut coach dari pihak eksternal agar mendapatkan pandangan dari kacamata helicopter view.

Sudah Siapkah Anda Mengikuti Sesi Coaching atau Menyelenggarakan Coaching di Perusahaan Anda?

Itulah tujuh manfaat coaching yang akan didapatkan oleh perusahaan maupun individu. Manfaat tersebut sudah divalidasi berdasarkan hasil riset dari ICF Global Consumer Awareness Study tahun 2017.

Masa pandemi entah kapan berakhir, tapi nasib perusahaan jangan ikut berakhir. Perusahaan perlu menata ulang strategi untuk menghadapi ketidakpastian ini.

Jika Anda butuh perspektif baru maka tunggu apalagi, selenggarakanlah coaching baik untuk individu Anda atau pun karyawan dan perusahaan Anda.

Ekipa telah membantu perusahaan-perusahaan besar dalam rangka berinovasi dan bertransformasi. Salah satu caranya adalah dengan agile coaching.

Agile coaching menjadi favorit perusahaan untuk mengimplementasikan agile ke dalam budaya inovasi di dalam perusahaan.

Sekarang giliran Anda, sudah siapkah Anda merasakan manfaat dari agile coaching Ekipa?

Referensi:

ICF Global Consumer Awareness Study tahun 2017

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Open chat