fbpx

Mengapa Perusahaan Perlu Menggunakan Agile di Tahun 2021?

alasan perusahaan perlu menggunakan agile

Kini perusahaan saling berlomba untuk melakukan transformasi. Banyak perusahaan yang berganti haluan menggunakan agile dalam usahanya bertransformasi.

Pertanyaan terbesar yang sering diajukan perusahaan kepada kami tentang agile adalah,

“Apakah dengan menggunakan agile bisa membantu perusahaan lebih unggul dan memenangkan persaingan bisnis yang ketat?”

Lantas apa jawabannya? Jawabannya tentu bisa saja, asalkan perusahaan benar-benar menerapkan implementasi agile sesuai dengan nilai-nilainya, prinsip agile, tahapan agile, dan agile manifesto.

Agile memang membuat pekerjaan menjadi terselesaikan lebih cepat, tapi bukan berarti tim yang bekerja cepat menjadi indikator keberhasilan dari penerapan agile.

Analoginya seperti ini. Katakanlah kamu dan temanmu akan berolahraga di hari Minggu yang cerah. Kamu memberikan tantangan kepada temanmu, “Hai kawan, cobalah kamu lari satu putaran.”

Temanmu pun berlari dengan semangat yang masih terkumpul. Setelah satu putaran selesai, kamu pun memujinya, “Wah keren, kamu lari dengan cepat, bisakah kamu berlari kembali dengan lebih cepat.”

Dengan wajah yang kurang antusias temanmu kembali berlari, ia berusaha lebih cepat lagi. Sesampainya di hadapanmu, kamu kembali memujinya, “Wah hebat, di putaran kedua kamu masih berlari cepat. Maukah kamu kembali berlari cepat untukku?”

Bisakah kamu menebak apa ekspresinya? Ada dua kemungkinan yang terjadi yakni temanmu menjadi kesal dan berkata, “Kenapa kamu tidak ikut gantian berlari dan kenapa hanya aku yang diminta untuk berlari semakin cepat di setiap putarannya?”

Kemungkinan yang lain adalah jika temanmu menuruti permintaanmu maka ia akan berlari dengan energi yang sudah berkurang dan tak secepat saat pertama berlari.

Analogi tadi bisa dikatakan sebagai mitos tentang bekerja cepat.

Baca Juga: Bertransformasi dengan Beriterasi

5 Alasan Perusahaan Perlu Menggunakan Agile

kenapa menggunakan agile
Photo by David Travis on Unsplash

Mengapa kita harus menggunakan agile? Ya, itu pertanyaan yang bagus untuk kamu ajukan.

Sebagaimana kita tahu bahwa agile adalah serangkaian proses kerja dalam pengembangan perangkat lunak yang berfokus untuk menghasilkan produk atau layanan yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Awalnya agile memang hanya diterapkan pada tim IT saja, tapi kini dalam pengembangannya agile dapat ditingkatkan pada tingkat organisasi secara keseluruhan.

Berbicara alasan tentang kenapa kita harus menggunakan agile, maka kita akan mengingat fakta-fakta mencengangkan di dunia bisnis seperti keberadaan nokia yang dulunya merajai industri handphone, kini gaungnya sudah tak terdengar lagi. Nokia kalah berinovasi dengan merk smartphone yang terus berinovasi.

Di era disrupsi ini, berinovasi dan bertransformasi menjadi kunci penting untuk bisa bertahan. Teknologi cepat sekali berubah dan hal tersebut mempengaruhi perilaku konsumen yang berubah dengan cepat pula.

Agile menjadi jembatan yang menghubungkan perusahaan dengan inovasi dan transformasi.

Agile menjadi jawaban perusahaan yang ingin bisa masuk ke pasar lebih cepat, menemukan apa yang menjadi permintaan pasar sebenarnya, dan meningkatkan produktivitas tim.

Berikut ini ada lima alasan mengapa perusahaan perlu menggunakan agile di tahun 2021 ini. Menemukan ‘strong why’ atau alasan kuat perusahaan menggunakan agile akan menentukan kesuksesan perusahaan dalam mengimplementasikan agile.

1. Mempercepat Produk Masuk ke Pasar

Sekarang ini pertumbuhan startups di Indonesia sungguh luar biasa. Jumlahnya mencapai 2219 startup di tahun 2021 ini menurut catatan dari Startup Ranking.

Pertumbuhan tersebut menjadi nilai yang positif tentunya bagi Indonesia sendiri. Hal tersebut mewujudkan iklim kompetisi bisnis yang semakin ketat.

Lihat saja pertumbuhan startup fin-tech yang digadang-gadang bisa mendisrupsi keberadaan perbankan konvensional. Perbankan konvensional pun mulai ambil tindakan untuk berinovasi dan bertransformasi.

Dengan menggunakan agile maka perusahaan akan terbantu untuk mempercepat waktu produk masuk ke pasar. Karena agile berfokus pada pengembangan di setiap iterasinya.

Perusahaan yang menerapkan agile bisa lebih cepat merilis produk atau layanannya ke pasar. Tak perlu menunggu waktu 1-2 tahun, bahkan dalam hitungan bulan produk sudah siap masuk ke pasar.

Karena bila fokus pada perencanaan jangka panjang misalnya 1-2 tahun, bukan tidak mungkin ketika produk atau layanan sudah jadi ternyata sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan pasar. Hal ini tentunya akan menjadi sia-sia.

2. Lebih Cepat Beradaptasi dengan Perubahan

Perusahaan dengan kehebatan timnya tak pelak menjadikan mereka seperti cenayang yang bisa benar-benar tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Pemikiran bahwa kita tahu segalanya termasuk yang ada di masa depan itu akan menghambat penerapan agile di perusahaan. Agaknya benar semboyan dari Steve Jobs yang menyatakan,

“Stay hungry, stay foolish”

Steve Jobs

Tagline yang digaungkan oleh Steve Jobs itu benar saja terbukti membawa Apple menjadi perusahaan inovatif dan bergengsi di dunia. Bahkan orang-orang merasa gengsi atau derajat hidupnya naik ketika memiliki produk Apple ini.

Mengawali inovasi dengan pemikiran kita tidak tahu segalanya akan membuat kita bersiap untuk menghadapi perubahan yang tidak ada habisnya.

Adanya iterasi dalam proses agile membuat perusahaan lebih cepat beradaptasi dengan perubahan. Pada setiap iterasi kita akan berfokus untuk mengembangkan produk berdasarkan feedback dari pengguna.

Baca Juga: Apa itu Agile dan Bagaimana Perusahaan Bisa Bertransformasi Lebih Cepat dan Produktif Dengannya

3. Meningkatkan Produktivitas dan Kreativitas Tim

Ukuran tim yang agile berkisar antara 6-9 orang. Dalam tim yang agile terdapat peran spesifik seperti adanya product owner dan scrum master.

Product owner akan membantu tim mengawali diskusinya dengan meletakkan user stories atau cerita pengguna setelah berdiskusi terlebih dahulu dengan klien.

Ketika sprint maka product owner akan memilih user stories mana yang akan diutamakan untuk dikerjakan selama sprint berlangsung. Product owner juga bertanggung jawab untuk menangani adanya perubahan.

Lalu ada scrum master yang memiliki peran menangani pelaksanaan sprint dan bertanggung jawab atas kelancaran proyek saat sprint.

Enaknya berada di tim yang agile adalah setiap anggota tim bisa menelusuri apa saja yang sudah dikerjakan oleh anggota tim lainnya dan berapa waktu yang diperlukan untuk mengerjakan task tersebut.

Transparansi tersebut memberikan efek positif yakni apabila ada anggota tim yang butuh bantuan maka anggota lain bisa berinisiatif untuk menawarkan bantuan. Hal seperti itulah yang membuat tim bisa meningkat produktivitasnya.

Baca Juga: Apa sih Enaknya Bekerja di Dalam Agile Team?

4. Berhenti Membuang Waktu untuk Pekerjaan yang Kurang Memberikan Nilai kepada Perusahaan

Dalam setiap sprint tim akan menentukan tujuan dari sprint tersebut. Setelah menentukan tujuan yang akan dicapai maka setiap anggota tim akan diminta inisiatifnya untuk melakukan pekerjaan yang membantu mewujudkan tujuan dari sprint yang ditetapkan.

Meski tim menuliskan banyak sekali backlog, pada saat berjalannya sprint maka tim perlu menentukan prioritas yang sekiranya akan memberi nilai bagi perusahaan dan membantu mewujudkan tujuan sprint yang sudah ditetapkan.

Oleh karena itu, tidak ada lagi namanya tim mengerjakan pekerjaan yang tidak memberikan nilai bagi perusahaan.

5. Menghasilkan Produk Lebih Baik dengan Kepuasan Konsumen yang Lebih Tinggi

Waktu sprint biasanya berdurasi dua minggu. Dalam waktu dua minggu tersebut tim bisa menyampaikan hasil dari user stories.

Dalam proses pengembangan produk menggunakan agile, perusahaan bisa lebih cepat mendapatkan feedback dari pengguna. Feedback ini layaknya harta karun yang penting bagi perusahaan.

Adanya feedback membantu tim untuk segera menanggapinya dan memasukkannya ke dalam prioritas backlog yang akan difokuskan selama kegiatan sprint.

Sehingga feedback yang masuk tersebut membantu mengembangkan produk yang lebih baik lagi dan memenuhi kepuasan dari pengguna.

Kesimpulan

Tahun 2021 sudah hampir berjalan dua kuartal, sudahkah perusahaanmu menghasilkan inovasi produk atau layanan yang dibutuhkan oleh pengguna?

Kalau belum ini saatnya untuk benar-benar menggunakan agile dalam perusahaan. Jangan sampai produk yang kamu kembangkan keduluan oleh kompetitor ya.

Sekarang kamu bisa belajar tentang agile secara mendalam di e-learning Ekipa atau kalau kamu tak ingin belajar agile sendirian, bergabunglah bersama para agile enthusiast lainya di Ekipa+.

Di Ekipa+ terdapat fitur open coach call setiap minggunya. Kamu bisa bertanya langsung kepada agile coach Ekipa. Wah seru ya!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Open chat