fbpx
  • 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik
  • 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik

Contoh OKR Perusahaan dan Tips Menerapkannya

Penasarankah kamu bagaimana contoh OKR Perusahaan?

Baiklah, di artikel ini kita akan memberikan contoh-contoh OKR di perusahaan termasuk di Ekipa sendiri.

Kita ulas sejenak pengertian OKR ya.

OKR adalah singkatan dari Objective Key Results, bisa dibilang OKR adalah sebuah cara untuk merumuskan tujuan dan cara mengukurnya.

Untuk tahu lebih dalam tentang OKR kamu bisa membacanya lagi di artikel Ekipa sebelumnya ya tentang apa itu OKR.

Contoh OKR Perusahaan

Apa jadinya bila kita berjalan tanpa tahu arah yang kita tuju? Bukannya hanya akan membuang-buang waktu, tenaga, dan pikiran kita?

Begitulah perumpamaan apabila sebuah perusahaan tidak memiliki tujuan yang ingin dicapai.

Bila perusahaan tak memiliki tujuan maka aktivitas yang dilakukan perusahaan hanya berujung sia-sia dan menjadi tidak menentu.

Mengapa perlu membuat tujuan? Tentunya agar langkah kita menjadi terarah dan biasanya adanya tujuan karena ingin bertumbuh memperoleh hasil yang lebih baik dari pada sebelumnya.

Misalkan perusahaan X adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang fast moving consumer goods (FCMG).

Tahun lalu performa penjualan jenis minuman jus kesehatan tidak mencapai target. Penjualan hanya mencapai 35% di bawah target.

Penyebab target tidak tercapai disebabkan oleh tim penjualan yang kurang termotivasi, adanya kompetisi yang ketat, dan tidak ada strategi yang jelas dari manajer.

Nah, tahun ini perusahaan ingin meningkatkan penjualannya dan mengembangkan strategi marketing-nya dengan menggunakan OKR.

Kira-kira bagaimana OKR dari perusahaan X ini ya?

Berikut adalah OKR yang bisa dibuat oleh perusahaan X:

ObjectiveKey Results
Meningkatkan Revenue Perusahaan di tahun 2021Memperoleh Pendapatan Bersih Perusahaan Sebesar 15 Milliar di akhir tahun 2021
Meningkatkan penjualan dengan memiliki 100 distributor dan 1000 reseller seluruh Indonesia di akhir tahun 2021
Meningkatkan pangsa pasar minuman jus di Indonesia dari 35% menjadi 45%

Selanjutnya kita bisa memecah OKR perusahaan tersebut ke dalam OKR beberapa divisi seperti HR, sales, dan marketing.

Contoh OKR HR

Masalah yang dihadapi perusahaan X adalah adanya tim penjualan yang kurang termotivasi.

Faktor penyebabnya pun bisa beragam, hal ini menjadi PR besar bagi divisi HR untuk kembali meningkatkan semangat tim penjualan.

Untuk mengatasi PR besar itu maka tim HR perusahaan bisa merumuskannnya dengan OKR.

Tujuan besar yang ingin diperoleh oleh tim HR adalah meningkatkan Return Of Investment (ROI) karyawan.

Apa itu ROI karyawan?

ROI karyawan ini bisa dikatakan sebagai indikator yang digunakan untuk mengukur produktifitas SDM yang ada di perusahaan dan untuk bisa menilai kontribusi yang diberikan oleh SDM.

Berikut OKR yang bisa dibuat oleh tim divisi HR

ObjectiveKey Results
Meningkatkan Return Of Investment Karyawan (ROI) SDMMeningkatkan investasi pelatihan training per SDM dari Rp4 juta menjadi Rp10 juta di akhir tahun 2021
Meningkatkan tingkat kebahagiaan dan kepuasan karyawan dari 85% menjadi 95% di akhir tahun 2021
Meningkatkan tingkat promosi karyawan dari 10% menjadi 25% di akhir tahun 2021

Contoh OKR Sales

Karena perusahaan ingin meningkatkan pendapatan perusahaan maka kontribusi divisi sales sangat penting.

Ketika pandemi melanda masyarakat memang lebih banyak di rumah saja. Untuk itu penjualan melalui ritel seperti supermarket menjadi menurun.

Hal itu bisa disiasati dengan menambah jaringan penjualan seperti adanya distributor dan reseller yang langsung menangani penjualan ke end user.

Oleh karena itu OKR yang bisa dibuat oleh divisi sales adalah sebagai berikut:

ObjectiveKey Results
Meningkatkan Pendapatan Bersih Perusahaan Sebesar Rp15 Miliar di akhir tahun 2021Mendapatkan pendapatan bersih sebesar Rp1,25 Miliar setiap bulannya.
Mendapatkan 9 distributor baru dan 90 reseller baru setiap bulannya.
Meningkatkan indeks kepuasan pelanggan dari 5 menjadi 6.

Contoh OKR Marketing

Untuk meningkatkan pangsa pasar saat pandemi memang bukan hal mudah.

Namun, semuanya itu bisa apabila ada kemauan. Adanya teknologi digital seperti internet sangat membantu.

Untuk meningkatkan pangsa pasar maka marketing manager bisa dengan membuat strategi meningkatkan brand awareness dan conversion secara online.

Adapun OKR yang bisa dibuat oleh divisi marketing adalah sebagai berikut:

ObjectivesKey Results
Meningkatkan Online Lead Generation Tahun 2021Meningkatkan jumlah follower Social Media dari 100.000 follower menjadi 200.000 follower
Meningkatkan conversion rate dari FB dan IG ads yang dijalankan dari 10% menjadi 25%
Meningkatkan traffic organic dari 10.000 per bulan menjadi 20.000 per bulan

Contoh OKR Ekipa

Nah, kalau di Ekipa sendiri bagaimana OKR-nya? Tentu Ekipa punya.

Secara keseluruhan maka ini adalah contoh OKR perusahaan Ekipa:

ObjectivesKey Results
Tahun 2021 Ekipa akan menyentuh angka 100.000 orang di Indonesia dengan Agile SparkAkhir tahun 2021 Ekipa mendapatkan 1000 user di LMS
Meningkatkan inti bisnis Ekipa yakni coaching & training dengan penjualan sebesar 30% dan keuntungan 30%
Meningkatkan Agile sparks yang terdiri dari anggota komunitas, anggota event Ekipa, dan follower sosial media Ekipa menjadi 100.000 orang.

Tips Menulis OKR yang Powerful

Tips Menulis OKR dengan baik

Bagaimana tips menulis dan merumuskan OKR dengan baik?

Ada tips menarik dari Felipe Castro yang bisa kamu coba, nih.

Untuk tips menulis objectives maka hal ini yang perlu kamu perhatikan:

  • Buatlah objectives yang pendek, sederhana, dan tentunya mudah diingat. Tips mudahnya adalah jangan sampai membuat orang yang membaca objectives mengambil nafas berulang kali.
  • Objectives yang dibuat tak harus ditulis dengan bahasa yang kaku. Namun, bisa menyesuaikan dengan budaya perusahaan.

Nah, itu tips untuk menulis objectives sedangkan berikut ini adalah tips untuk menulis key results.

  • Bedakan metrik dengan tugas ya.
  • Jangan membuat key results terlalu banyak, cukup 2-5 key results agar kamu dan tim bisa fokus.

Tips Menerapkan OKR

Tips menerapkan OKR perusahaan

Nah, OKR sudah jadi dan siap, terus langkah selanjutnya apa?

Biar kamu dan tim di perusahaan tidak bingung, maka di artikel ini akan dibagikan cara memecah OKR menjadi working activities.

Oke, katakanlah kamu sudah punya OKR maka bagaimana agar OKR itu tak hanya sekedar wacana?

Tentu kamu harus memecahnya lagi menjadi aktivitas pekerjaan yang akan menunjang keberhasilan key results.

Maka inilah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan ya.

  1. Pecah Key Results menjadi Working Activities

    Kamu sudah membuat 2-5 key results dan sekarang saatnya membagi lagi menjadi working activities yang menunjang keberhasilan key results.

  2. Tunjuk PIC atau Penanggungjawab di Setiap Working Activities

    Setelah dibagi working activities-nya maka tunjuklah orang yang ada di dalam tim untuk menjadi PIC atau penanggungjawab.

    PIC ini bertanggungjawab untuk mengontrol jalannya working activities hingga akhir dan berhasil. Namun, tak selalu PIC harus melakukan working activities-nya.

    PIC bisa meminta bantuan anggota tim lain dalam pengerjaannya.

  3. Buatlah Visual Board

    Agar working activities bisa terpantau dengan mudah baik bagi PIC atau pun anggota tim lainnya maka perlu dibuat visual board.

    Visual board yang dibuat bisa dibagi menjadi beberapa kolom yang berisikan keterangan berikut ini:

    Backlog: semua working activities yang akan dan harus dikerjakan.
    To do: working activities yang akan dilakukan selanjutnya.
    In progress: working activities yang sedang dilakukan saat ini.
    Done: working activities yang telah selesai dilakukan.
    Drop
    : working activities yang diketahui tidak memiliki impact.

  4. Tandai Working Activities dengan Warna yang Berbeda

    Untuk mengisi kolom visual board kamu bisa menggunakan sticky notes dengan warna yang berbeda disesuaikan dengan tujuan dari working activities-nya.

    Misalkan working activities yang menunjang key results 1 ditandai warna kuning.

  5. Pindahkan Working Activities Sesuai dengan Status Pengerjaan

    Apa gunanya dari kolom di visual board tadi? Sebenarnya untuk melihat status pengerjaan working activities.
    Selalu pindahkan working activities sesuai dengan status pengerjaannya agar semua anggota tim bisa melihat progress pencapaian.

  6. Jangan Lupa Miliki Alat untuk Menginspeksi Proses Working Activities

    Agar working activities tetap berada di jalur yang benar untuk mencapai objective maka kamu perlu punya alat untuk menginspeksi proses dari working activities ini.

    Biasanya alat yang digunakan adalah

Yuk Belajar Menentukan Prioritas dengan Ikut Agile Courses and Certification Ekipa, Ada Promo 76% Off, Lho!

Salah satu tujuan OKR adalah menentukan tujuan prioritas yang ingin kita capai. Belajar untuk fokus dan menentukan apa yang paling penting memang jadi tantangan tersendiri.

Kalau kamu masih kesulitan cobain yuk ikut agile courses and certification di Ekipa. Ekipa punya kursus Product Owner, Agile Leader, dan Scrum Master. Kamu juga bisa mengambil sertifikasi sebagai seorang Scrum Master atau pun Product Owner. Oh, ya Ekipa sedang ada diskon 76%, lho, promonya cuma sampai tanggal 5 September 2021 aja, nih. Buruan klaim diskonnya dengan klik banner di bawah ini:

promo agile courses and certification

Kesimpulan

Itulah contoh OKR yang bisa kamu jadikan referensi. Simpel dan mudah, bukan?

Kamu pun bisa menerapkannya di perusahaan atau di kehidupan personal kamu.

Kamu juga telah melihat contoh cara penerapan OKR yang agile. Semoga artikel ini membantumu ya.

Kalau kamu masih bingung dengan OKR maka kamu bisa bertanya pada Agile Coach yang ada di Ekipa, ya.

Atau kalau kamu penasaran tentang Agile dan segala pernak-perniknya, kamu bisa banget untuk berlangganan Ekipa e-learn.

Selamat meresapi contoh OKR perusahaan yang kami berikan ya.

Ebook Agile
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Open chat