fbpx
  • 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik
  • 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik

Cara Menyusun OKR Agar Tim Semakin Termotivasi

cara menyusun OKR
Cara menyusun OKR dengan baik

Berbicara tentang tujuan dan target pencapaian terkadang membuat tim merasa tertekan. Namun, akan beda ceritanya kalau perusahaan menggunakan OKR. Kali ini akan dijelaskan panduan cara menyusun OKR yang baik sehingga membuat tim semakin termotivasi.

Kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan perusahaan Google, bukan? Bahkan Google sudah layaknya teman setia yang siap membantu memudahkan urusan kita. Tahukah kamu bahwa Google termasuk perusahaan yang karyawannya paling bahagia?

Google masuk ke dalam lima besar perusahaan teknologi yang karyawannya bahagia menurut survei dari Comparably. Sebagaimana dikutip dalam Business Insider Singapura, Minggu (7/10/2018).

Comparably melakukan survei terhadap perusahaan-perusahaan yang memiliki lebih dari 500 karyawan dalam kurun waktu September 2017 sampai September 2018.

Nah, Google juga perusahaan yang sampai sekarang masih menggunakan OKR dalam merencanakan tujuan dan target perusahaan. Secara tidak langsung menunjukkan bahwa penerapan OKR di Google tidak membuat karyawannya merasa tertekan dan terdemotivasi.

Komponen dan Karakteristik OKR

Komponen dan karakteristik OKR
Photo by Florian Berger on Unsplash

Setelah kamu mengerti tentang apa itu OKR, tentunya kamu semakin tertarik dan bertanya bagaimana cara untuk menyusun OKR?

Tenang, sebelum melangkah ke caranya bagaimana kalau kita mengenali komponen dan karakteristik OKR?

Seperti kepanjangannya, OKR memiliki dua komponen yaitu objective & key results.

Mari kita jabarkan kedua komponen tersebut sesuai dengan penjelasan John Doerr, seorang venture kapitalis sukses yang mengawali karirnya dari perusahaan Intel.

Objective adalah pernyataan deskriptif yang mudah diingat, memotivasi dan menggambarkan arah tujuan yang ingin dicapai. Secara sederhana, kamu bisa mengajukan pertanyaan ini untuk menentukan objective.

“Ke mana organisasi kita akan melangkah?”

Misalkan ada dua objective seperti berikut ini, kedua tujuan tersebut sama hanya saja beda pada narasi kalimatnya.

  1. Bagaimana cara mendapatkan 1000 klien di tahun 2021
  2. Bagaimana cara mendapatkan 1000 klien di tahun 2021 agar semakin banyak orang yang hidupnya lebih mudah dengan menggunakan jasa kita.

Objective mana yang kiranya akan membuat tim termotivasi? Ya, objective yang kedua, bukan?

Masih bingung? Baiklah, sekarang kita coba bedah karakteristik dari objective itu sendiri.

  • Actionable artinya objective harus berupa tujuan yang dapat dicapai secara rasional oleh individu atau tim.
  • Inspirational artinya objective harus membuat tim atau individu merasa semangat dan termotivasi ketika akan mengerjakan tugas dari pekerjaannya. Jadi, bukan membuat down atau terdemotivasi, ya.
  • Time-bound artinya objective harus punya batas waktu pencapaiannya. Kenapa ini penting? Agar tim atau individu terpacu untuk mengeluarkan potensi dan usaha maksimalnya dalam mengerjakan tugas pekerjaan.

Sampai di sini semakin paham? Oke, kita lanjutkan ke komponen OKR yang kedua yakni key results.

Mari kita pahami makna dari key results terlebih dahulu. Key results adalah kumpulan metrik yang digunakan untuk mengukur progress apakah sudah berjalan menuju objective yang diinginkan atau belum.

Singkatnya dalam menentukan key results ini kamu bisa menjawab pertanyaan berikut ini:

“Bagaimana kita tahu bahwa kita semakin dekat dengan objective perusahaan kita?”

Nah, kalau masih bingung juga maka pastikan karakteristik berikut ada pada key results yang kamu buat, ya.

Orang menyebut karakteristik dari key results ini dengan singkatan SMART. Apa itu?

  • Specific, key results harus dapat dengan mudah dipahami oleh individu atau pun tim.
  • Measurable, key results harus bisa diukur.
  • Achievable, key results harus dipastikan hal yang bisa diraih secara realistis.
  • Relevant, key results tentunya harus berkaitan dengan objective.
  • Time Bound, key results harus memiliki tenggat waktu, biasanya tiga bulanan.

Rumus Cara Menyusun OKR dengan Mudah

cara menyusun OKR
Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash

Apakah kamu sudah memiliki bayangan cara membuat OKR dari penjelasan tentang komponen dan karakter OKR?

Sudah pastinya, ya? Hanya tinggal prakteknya saja ya. Nah, ada rumus sederhana yang dikenalkan oleh John Doerr. Rumus tersebut tertuang dalam sebuah pernyataan sebagai berikut:

Saya akan (objective) yang akan diukur dengan (key results)

John Doerr

Inti dari menyusun OKR ini adalah kita mendeskripsikan objective dan key results dengan sejelas mungkin dan dapat terukur. Adanya tolak ukur membuat apa yang kita inginkan itu menjadi kenyataan, bukan hanya sekedar angan-angan belaka.

Oke, contoh sederhana dari formula John Doerr tadi bisa juga diterapkan dalam kehidupan personal kita, lho. Misalkan saya akan mampu fasih berbahasa Inggris agar bisa mendapatkan beasiswa yang akan diukur dengan hasil skor tes TOEFL lebih dari 550.

Dari penjelasan di atas bisa dipahami bukan cara untuk membuat OKR. Oh, ya, perlu kamu ingat bahwa jumlah key results sebaiknya dibatasi sampai maksimal 5 poin saja. Kenapa?

Karena semakin banyak key results tentu akan membuat fokus kerja tim atau individu menjadi terbagi-bagi, bukan? Idealnya key results yang bisa dibuat adalah 2-5 poin.

Ada quote yang menarik dari Marisssa Mayer, mantan Vice President Google.

If it does not have a number, it is not a Key Results

Marissa Mayer

Kesimpulan

Itulah penjelasan tentang cara membuat OKR. Pastikan sebelum membuat OKR, kamu paham akan karakteristik dari objective dan key results. Jangan sampai kamu asal-asalan hanya menuliskan tujuan dan mengaku bahwa tujuan yang kamu buat adalah OKR.

OKR biasanya menggunakan kurun waktu per kuartal atau per tahun. Namun, rata-rata biasanya yang digunakan adalah kurun waktu per kuartal atau tiga bulanan.

Setelah mengetahui cara menyusun OKR, pada artikel selanjutnya kita akan membahas contoh penerapan OKR secara langsung di dunia kerja.

Kamu masih bingung? Jangan sungkan bertanya dengan Agile Coach di Ekipa, ya. Karena mereka baik hati semua, lho.

Selamat menyusun OKR dan buat tim kamu semakin termotivasi, ya!

Referensi:

Learn Google’s System with Examples and Templates

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Open chat