fbpx

6 Langkah untuk Memulai Transformasi Agile

Ditranslasi dari 6 Steps to Begin Your Agile Transformation oleh Rez Harditya

Penerjemah: Angga Pratama & Okiviani

Jadi, Anda adalah seorang Agile Missionary dan Anda ingin perusahaan Anda merasakan nikmatnya surga Agile-topia. Semua buku tentang Agile sudah anda baca, menghadiri pelatihan dan konferensi, dan bahkan berkunjung ke toko Agile terdekat :). Anda sudah merasa siap dengan transformasi ini.

Sekarang saatnya untuk mempresentasikan ide Anda kepada perusahaan dan Anda sudah mendapat waktu untuk bertemu dengan bos anda. Sempurna bukan ?

Yang terjadi meeting anda hanya diisi dengan berbagai macam komentar dan kekhawatiran yang tak ada habisnya oleh para peserta yang mengalihkan perhatian semua orang dari ide awal anda. Meeting anda diakhiri tanpa adanya progress dan Anda bertanya-tanya, “apa yang terjadi?”

Sering mengalami hal ini?

Kami sangat dengan yang anda alami, dan ini adalah 6 tips hebat untuk membantu Anda memperkenalkan Agile ke perusahaan Anda:

1. Go with the winner

Meskipun Anda dipanggil meeting oleh para pengambil keputusan, sebaiknya jangan dulu. Tahan.

Winners (para pemenang) adalah orang-orang yang dapat mendorong perusahaan menjadi lebih maju. Apakah mereka dikenal karena ingin merubah proses lama dan memberi ruang ke arah yang lebih baik ? Apakah mereka pernah memperjuangkan untuk berubah ke arah yang positif untuk meningkatkan kesejahteraan orang? Jika ya, maka masukkan orang-orang ini ke dalam daftar undangan meeting anda.

Meeting dengan sejumlah kecil orang dengan sikap dan pola pikir yang sama dengan anda, jauh lebih produktif daripada dengan para pembuat keputusan yang akan membutuhkan upaya ekstra untuk meyakinkan. Plus, lebih sedikit orang berarti Anda akan memiliki lebih banyak interaksi yang dipersonalisasi dengan semua orang dengan sedikit gangguan.

Dengan 3 – 6 nama di dalam daftar Anda maka Anda siap untuk langkah selanjutnya.

2. Know Your Gold

Sebelum meeting, ambil selembar kertas dan coba tulis apa yang anda harapkan dari meeting tersebut. Jangan terlalu rumit atau teknis. Ada banyak contoh yang bisa digunakan untuk menjelaskan Agile secara sederhana.

Buatlah sesi ini di mana Anda akan menceritakan bagian favorit Anda tentang Agile. Alih-alih hanya berbagi apa yang dikatakan buku dan artikel, pastikan juga untuk menyampaikan pendapat Anda. Apa yang paling menarik bagi Anda tentang Agile?

Pendapat genuine biasanya lebih diterima dengan baik daripada hasil kutipan. Jika Anda memiliki lebih banyak orang SDM (HR) sebagai audiens, cobalah untuk menekankan bagian peningkatkan kesejahteraan orang, dimana akan menghasilkan lingkungan kerja dan produk yang lebih baik. Ini dapat diilustrasikan melalui sifat kolaboratif di mana kesuksesan diukur melalui prestasi team, bukan individu. Jika Anda memiliki lebih banyak orang bisnis dan teknis, berceritalah tentang bagaimana sifat Agile yang iteratif menjadikannya ideal untuk merespons perubahan pasar dan pada akhirnya memberikan produk yang relevan yang memberikan nilai.

Apapun yang terjadi, Anda harus memperlakukan rencana anda ini sebagai sebuah perhiasan\emas. Ini adalah hal-hal yang ingin Anda capai, dan mengetahui seperti apa pendapat mereka sebelum memberi arahan yang berharga.

Setelah anda memperhitungkan semua hal ini, sekarang saatnya untuk mengadakan meeting.

3. Walk Away With The Gold

Dipersenjatai dengan hasil yang Anda rencanakan dengan matang, sekarang saatnya untuk meeting. Ingatlah bahwa sebagian besar peserta meeting Anda mungkin belum pernah mendengar tentang Agile dan tentu saja mereka akan memiliki banyak pertanyaan dan komentar.

Meskipun sah-sah saja berdiskusi berbagai topik, Anda perlu menyaring ‘noise’ yang ada. Dalam meeting yang produktif di mana orang-orang akan berpartisipasi secara aktif, Anda akan menemukan diskusi Anda akan ditarik ke berbagai arah. Bersiaplah ketika hal ini terjadi, dan ‘tarik’ kembali ke tujuan yang Anda rencanakan.

Sebagai fasilitator, Anda memiliki kemampuan untuk menjaga diskusi tetap pada jalurnya dengan memiliki pendekatan yang tegas namun kolaboratif. Dengan cara seperti ini Anda bisa memastikan untuk pergi dengan emas Anda di akhir meeting.

4. Seeing Is Believing

Bukan rahasia lagi bahwa apa yang kita lihat, berperan peran besar dalam proses pengambilan keputusan kita, apakah kita menyadarinya atau tidak. Ada istilah ‘We judge a book by its cover’.

Jadi sangat masuk akal jika kita memproyeksikan semua ide secara visual kepada audiens. Ditambah dengan narasi yang tepat, visual yang dibawa ke meeting dapat sangat meningkatkan peluang untuk menyampaikan pesan kita.

Jika Anda berencana untuk menggunakan slide presentasi, janganlah menggunakan teks terlalu banyak. Hal ini biasanya membuat orang jadi tidak berminat. Sebagai gantinya, gunakan spidol berwarna, karikatur, bagan, smiley, bahkan animasi atau video. Anda akan terkejut melihat betapa cepat orang menjadi lebih memperhatikan presentasi anda.

5. Analogies Will Get You Places

Ada pendapat, satu analogi yang baik bernilai diskusi tiga jam. Itu berarti untuk pertemuan 1 jam itu Anda hanya perlu menyiapkan sepertiga dari analogi penuh.

Analogi sangat powerful sehingga Anda harus selalu menggunakannya untuk menjelaskan ide-ide Anda. Dengan jumlah buzzword yang luar biasa saat ini, jelas sangat menguntungkan untuk mempresentasikan ide-ide Anda menggunakan cerita-cerita sederhana yang semua orang kenal dan dapat berhubungan dengannya.

Salah satu analogi yang sering saya gunakan adalah gajah. Gajah, binatang besar dan kuat, tetapi lambat. Hal yang sama berlaku untuk perusahaan. Semakin besar mereka, semakin lambat mereka merespons ancaman / perubahan karena ukurannya. Agile dibangun di atas premis di mana kita tahu satu-satunya yang konstan dalam hidup adalah perubahan. Jadi kita merencanakan dan menghasilkan produk dalam potongan yang lebih kecil, secara iteratif. Dengan cara ini kita dapat menghasilkan produk yang relevan dengan situasi saat ini, lebih cepat.

Anda hanya bisa menyampaikan pesan ketika orang-orang mengerti Anda. Jadi bersiaplah untuk memberikan beberapa analogi yang baik dalam meeting Anda. Semakin sederhana semakin baik.

6. Call in for Backup

Terakhir, memanggil ahli dari luar untuk memperkenalkan ide-ide ke dalam perusahaan Anda dapat membawa dampak yang cukup besar. Selain memiliki pengetahuan yang relevan tentang masalah ini, perusahaan Anda dapat memperoleh wawasan yang berharga tentang praktik Agile di industri dan melihat bagaimana hal itu sesuai dengan perusahaan Anda.

Seorang ahli Agile yang baik sangat suka berbagi pengetahuan mereka. Mereka tahu membangun budaya Agile  membutuhkan waktu dan konsistensi, jadi mereka akan senang bekerja sama dengan Anda untuk membuat rencana yang sesuai untuk membantu perusahaan Anda menjadi Agile. Jadi lihatlah sekitar anda, ajaklah bicara 1 atau 2 Agilist, maka anda akan mengerti apa yang saya maksud.

Sangat dimengerti, Anda masih harus melakukan banyak hal sebelum perusahaan Anda menjadi Agile. Tips  ini dirancang untuk membantu Anda dengan langkah pertama dalam memperkenalkan Internal Team Anda dengan Agile. Anda dapat memilih untuk menerapkan salah satunya, atau kombinasi / semuanya. Apa pun itu, mereka harus membantu Anda membuka jalan untuk diskusi yang lebih baik di masa depan dengan para pengambil keputusan di perusahaan Anda.

Agile Tips: Create Accountability and Self Organization

One of the ideals in an Agile organization is self-organization. We want to empower people to make their own decisions. We expect people to set their own priorities, get them done and keep us updated. In short: as leaders, we want our teams to keep us ‘comfortable’.

Read More »

Breaking Down Walls to Foster Agility

During 2020, I’ve been engaged in several larger transformations in Indonesia. Most companies focus on creating digital innovation. To achieve this, they create new ways of working and structures to become more agile. Agile is the ‘engine’ to create new products on services.

Read More »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn