fbpx

5 Perusahaan Perseorangan yang Sukses Berinovasi

Jenis perusahaan perseorangan termasuk dalam jenis usaha yang paling sederhana, tapi kini banyak perusahaan perseorangan yang tumbuh sukses menjadi perusahaan besar dengan banyak karyawan dan lingkup bisnis yang lebih luas lagi.

Di Indonesia usaha perseorangan termasuk sangat mudah dilakukan, tak perlu ada izin yang terlalu ribet untuk memulainya seperti di negara maju. Usaha perseorangan ini bisa dibilang sebagai salah satu strategi dalam pembangunan ekonomi negara.

Lihatlah bagaimana ketika krisis ekonomi melanda, para pelaku usaha perseorangan atau yang biasa disebut usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih bisa bertahan. Menurut Kompas, UMKM mampu bertahan dalam krisis karena tiga faktor.

Pertama, UMKM menghasilkan jasa dan produk yang dekat dengan masyarakat. Kedua, pelaku UMKM menggunakan sumber daya lokal baik sumber daya manusianya maupun bahan bakunya. Ketiga, pelaku UMKM menggunakan modal dana sendiri dan bukan berasal dari bank.

Karena ketangguhan usaha perseorangan atau UMKM ini, ada beberapa yang kini menjadi sukses luar biasa dan terkenal bahkan ada yang menjadi perusahaan korporasi besar. Kira-kira perusahaan apa sajakah itu. Mari kita simak pembahasan berikut, ya!

Apa itu Perusahaan Perseorangan?

Perusahaan perseorangan adalah perusahaan yang dimiliki dan dimodali oleh perseorangan. Setiap individu di Indonesia punya kesempatan yang sama untuk mendirikan usaha perorangan ini.

Usaha perorangan ini termasuk usaha yang paling sederhana dan mudah didirikan oleh siapa saja. Karena kesederhanannya itu maka biasanya produksi usahanya masih terbatas, sumber daya manusianya pun terbatas, dan memakai teknologi produksi yang sederhana.

Perusahaan perseorangan yang dikenal di Indonesia disebut dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti usaha laundry, salon kecantikan, bengkel, rumah makan, toko sembako, pedagang kaki lima, dan masih banyak lagi.

Ciri-Ciri Perusahaan Perseorangan yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Modal berasal dari perorangan.
  • Risiko pendirian perusahaan perorangan ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha tunggal.
  • Izin pendirian usaha perorangan lebih mudah dilakukan.
  • Kekayaan pribadi dijadikan modal utama usaha.
  • Kelancaran usaha bergantung kepada pemilik usaha.
  • Aktivitas usaha masih berlangsung secara sederhana.

Kelemahan dan Kelebihan Perusahaan Perseorangan

Meskipun usaha perorangan ini termasuk jenis usaha paling sederhana, tapi tetap terdapat dua sisi baik kelemahan maupun kelebihan.

Adapun kelebihan perusahaan perseorangan adalah sebagai berikut:

  • Pembagian laba usaha sepenuhnya untuk pemilik usaha tunggal sehingga tidak ada pembagian laba.
  • Pengambilan keputusan terkait usaha bisa dilakukan dengan cepat tanpa harus berkonsultasi dengan beberapa pihak.
  • Tidak ada kewajiban untuk menunjukkan laporan keuangan kepada pihak tertentu.
  • Rahasia perusahaan lebih terjaga baik rahasia finansial maupun operasional lainnya.

Sedangkan kelemahan perusahaan perseorangan adalah sebagai berikut:

  • Tidak ada batasan tanggung jawab. Seorang pemilik usaha akan memerankan banyak peran dalam perusahaan.
  • Bila pengusaha terlilit hutang maka kekayaan pribadi menjadi jaminan untuk melunasi hutangnya.
  • Modal usaha terbatas karena hanya berasal dari kekayaan pribadi.
  • Apabila pengusaha sakit atau tidak bisa beraktivitas seperti biasanya maka usaha menjadi terganggu.
  • Risiko kebangkrutan pun tinggi.

Contoh Perusahaan Perseorangan Terkenal dan Sukses Karena Berinovasi

Terlepas dari kelemahan perusahaan perseorangan, ternyata ada banyak perusahaan atau usaha yang terkenal dan sukses berawal dari usaha perorangan.

Perjalanan dari usaha perorangan menjadi perusahaan besar dan sukses dilalui dengan ketekunan, kerja keras, dan tentunya ada dorongan untuk selalu berinovasi.

Kini bisnis yang tak mau berinovasi akan mudah sekali digilas oleh persaingan bisnis yang kian hari kian kompetitif. Inovasi tak melulu disandarkan kepada perusahaan teknologi. Ulasan berikut ini akan menunjukkan bahwa perusahaan non teknologi pun bisa berinovasi.

Baca Juga: Apakah organisasi Anda siap berinovasi?

1. Perusahaan Blue Bird Group

Logo Perusahaan Bluebird

Siapa yang tidak tahu perusahaan Bluebird ini? Perusahaan ini menjadi pioneer usaha taksi berargo pertama di Indonesia. Perusahaan ini mengganti era taksi gelap menjadi era taksi berargo yang memberi kenyamanan bagi penumpangnya.

Semenjak suami tercintanya meninggal dunia, ibu Mutiara Fatimah DjokoSoetono harus memikirkan bagaimana cara agar tetap bertahan hidup dan menghidupi anak-anaknya. Hadiah kenang-kenangan dua mobil dari kampus tempat almarhum suaminya bekerja menjadi cikal bakal adanya Bluebird.

Awalnya Bu Mutiara memulai dengan nama Chandra Taxi. Chandra Taxi harus berhadapan dengan kompetitornya yang rata-rata masih menggunakan cara taxi gelap, mematok harga seenaknya karena tak ada patokan pasti pembayaran.

Prinsip Bu Mutiara untuk selalu memberikan kenyamanan dan pengalaman terbaik menghantarkan usaha Chandra Taxi ini pada inovasi baru yang belum ada pada saat itu. Inovasi tersebut adalah pengenaan tarif yang diukur berdasarkan alat otomatis yakni argo. Kemudian seluruh armada yang ber-AC dilengkapi dengan radio komunikasi.

Tak hanya itu berkembangnya era, Bluebird pun terus berinovasi. Pada tahun 2011, Bluebird menjadi perusahaan taxi pertama yang memberikan layanan mobile reservation melalui Blackberry.

Prinsip untuk selalu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpangnya serta inovasi yang dihasilkan telah membawa Bluebird menuju lantai bursa saham di Bursa Efek Indonesia.

2. Perusahaan Kopi Kenangan

Kopi Kenangan Source: Website Kopi kenangan

Kopi Kenangan menjadi salah satu minuman kopi paling hits dan mengantarkan pemiliknya pada kesuksesan dengan mendapatkan suntikan dana dari Alpha JWC Ventures pada tahun 2018 sebanyak Rp113,6 miliar.

Kopi Kenangan didirikan oleh Edward Tirtanarta, James Prananto dan Cynthia Chaerunnisa pada tahun 2017. Mereka berpatungan modal sebesar Rp150 juta untuk membuka gerai pertamanya di Menara Standard Charted, Kuningan, Jakarta Selatan.

Saat itu Kopi Kenangan bersaing dengan tiga gerai kopi yang sudah menjadi pemain lama di industri kopi. Kopi Kenangan memadukan inovasi teknologi dengan kopi.

Kopi kenangan memanfaatkan teknologi ojek online Go-food dan Grab-food yang membuat pada pembukaan perdananya terjual 700 gelas Kopi Kenangan. Menariknya hanya dalam kurun waktu tiga bulan Edward dan teman-temannya sudah balik modal.

Kopi Kenangan memiliki misi tunggal untuk menjadi operator kedai kopi terbesar bagi orang-orang di Indonesia.

Inovasi yang dilakukan Kopi Kenangan adalah tentunya pada cita rasa dari produk kopinya sendiri. Selain itu, Kopi Kenangan memiliki aplikasi seluler yang memungkinkan orang untuk mencari toko terdekat, pesan terlebih dahulu,membayar pesanan menggunakan e-wallet atau pun kartu kredit.

3. Perusahaan Mayora Indah

Logo perusahaan Mayora

Perusahaan Mayora Indah sempat membuat bangga masyarakat Indonesia. Pasalnya salah satu produknya yakni permen Kopiko muncul dalam sebuah drama Korea berjudul Vincenzo yang diperankan oleh aktor top Korea, Song Jong Ki.

Ternyata perusahaan Mayora Indah pun berawal dari perusahaan perseorangan yang dimiliki oleh Jogi Hendra Atmaja. Awalnya Mayora hanyalah usaha biskuit rumahan pada tahun 1948 yang kemudian berkembang menjadi kelompok usaha Mayora pada tahun 1977.

Sekarang ini produk perusahaan Mayora Indah sudah merambah ke 90 negara dan memiliki kurang lebih 30.000 karyawan. Kunci kesuksesan dari perusahaan Mayora Indah ini adalah semangat inovasinya.

Perusahaan Mayora Indah selalu memberikan inovasi produk makanan dan minuman yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti biskuit Roma, Kopiko, Beng-Beng, Le Minerale hingga minuman kemasan teh pucuk.

Tak hanya inovasi dalam produk saja, Perusahaan Mayora Indah juga berinovasi pada proses branding dan marketing. Salah satunya dengan menampilkan produknya di drama Korea kelas A yakni Vincenzo.

Proses marketing ini bisa disebut sebagai inovasi karena drama Korea memiliki komunitas yang loyal. Produk atau barang yang ditampilkan, dikenakan, atau dikonsumsi oleh pemain drama di dalamnya akan ditiru oleh para fans. Apalagi dalam drama Vincenzo salah satu pemainnya Song Jong Ki punya fans yang banyak.

4. Perusahaan Susi Air

Susi Air foto: susiair.com

Siapa yang tak mengenal Ibu Susi Pudjiastuti, kisah hidupnya membuat orang akan sangat terinspirasi. Meskipun pendidikan beliau hanya sampai bangku SMA, tapi karir dan bisnisnya cemerlang karena kegigihan beliau.

Kini beliau memiliki perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan dan pesawat carter-an yang bernama Susi Air.

Ibu Susi mengawali usahanya dengan menjadi pedagang ikan laut pada tahun 1983. Kegigihannya dalam berdagang membuatnya bisa melakukan ekspor pada tahun 1995 dari pabrik yang ia sewa. Barulah pada tahun 1996 ia bisa ekspor dari pabriknya sendiri.

Selama menekuni usahanya tersebut, ia melihat peluang dalam masalah. Masalah yang kerap kali terjadi adalah kesulitan dalam transportasi produk perikanan.

Ikan atau produk laut akan lebih nikmat disantap ketika masih dalam kondisi segar. Sayangnya untuk mengekspor ke berbagai daerah atau negara memakan waktu sehingga ketika sudah sampai tujuan kondisi kualitas produk perikanan sudah tak sesegar pada saat sebelum dikirim.

Ibu Susi pun terbesit untuk memiliki pesawat sendiri. Perjalanan Susi Air menjadi sukses seperti sekarang ini juga tentulah bukan perjalanan yang mudah.

Satu hal pelajaran inovasi yang bisa diambil dari kesuksesan bisnis Ibu Susi adalah kemampuan untuk melihat masalah dan menjadi problem solver. Inovasi tak melulu tentang membuat hal yang baru, tapi bagaimana kita bisa memberi solusi dari sebuah permasalahan dengan pendekatan yang berbeda.

5. PT Paragon Technology and Innovation (Wardah)

Mendengar nama perusahaannya mungkin yang terbersit adalah perusahaan penghasil teknologi. Namun, ternyata perusahaan tersebut adalah perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik yang salah satu mereknya bernama Wardah.

Siapa sangka perusahaan yang sudah besar tersebut berawal dari usaha rumahan. Awalnya CEO dari PT Paragon Technology and Innovation, Dra. Nurhayati Subakat, Apt, hanya memproduksi merek Putri yang merupakan produk salon.

Beliau menawarkan produk Putri dari salon ke salon. Tiba-tiba ada yang memberinya ide untuk membuat kosmetik yang lebih islami. Akhirnya muncullah Wardah.

Awal perjalanan tentu tidaklah mulus. Ibu Nurhayati Subakat mengenalkan produk Wardah melalui cara direct selling atau MLM (Multi Level Marketing). Inovasi dari segi produk dan branding pun dilakukan besar-besaran sehingga penjualan pun meningkat.

Kini perusahaan Paragon memiliki lebih dari 7.500 karyawan yang ahli dalam bidangnya dengan kapasitas produksi lebih dari 95 juta personal care dan make up.

Budaya perusahaan Paragon yakni ketuhanan, keteladanan, kekeluargaan, tanggungjawab, fokus pada pelanggan, dan inovasi telah membawa perusahaan Paragon menjadi perusahaan multinasional.

Baca Juga: Mengapa Perusahaan Perlu Menggunakan Agile di Tahun 2021?

Apakah Usaha Anda Selanjutnya yang Akan Sukses Berinovasi?

Ada tips yang diberikan CEO PT Paragon Technology and Innovation agar kita sukses berbisnis. Tipsnya adalah start small, think big, and move fast.

Tips tersebut relevan sekali dengan kondisi sekarang ini apalagi di masa pandemi. Agar bisnis, usaha, dan perusahaan Anda tetap bertahan di masa krisis ini maka perlu untuk terus bergerak cepat, agile, melakukan perbaikan terus-menerus, dan tentunya harus terus berinovasi.

Sayangnya memang tantangan untuk bergerak cepat dan menjadi lebih agile adalah hal yang sulit apabila birokrasi dalam perusahaan terlalu kaku.

Kalau perusahaan Anda masih kesulitan untuk menyalakan inovasi dalam perusahaan, Ekipa siap membantu dengan menghadirkan para agile coach yang handal untuk mendampingi proses inovasi dan mengadopsi agile untuk perusahaan bisa bertransformasi lebih baik lagi.

Apakah Anda siap membuat perusahaan perseorangan yang Anda miliki menjadi sukses bahkan menjadi perusahaan multinasional sekalipun? Inilah saat yang tepat.


Perusahaan Anda kesulitan untuk berinovasi, yuk konsultasikan permasalahan bisnis Anda bersama kami dengan klik tombol di bawah ini.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Open chat