fbpx
  • 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik

Strategi Pengembangan Produk Inovatif dengan Metode Scamper

Persaingan bisnis yang semakin ketat membuat bisnis berlomba-lomba untuk terus menghasilkan inovasi. Bisnis yang tak mau beradaptasi dan berinovasi lambat laun akan gugur perlahan karena sudah tak relevan lagi dengan kebutuhan pasar.

Berbicara tentang inovasi, seringkali persepsi yang terbentuk adalah sebuah penemuan besar. Padahal ide yang inovatif sebenarnya dekat sekali dengan kehidupan kita.

Bagaimana caranya menemukan ide inovatif untuk mengembangkan produk atau layanan yang kita miliki? Dalam artikel ini Anda akan menemukan jawabannya.

Apa yang Dimaksud dengan Ide Inovatif?


Sebenarnya apa yang dimaksud dengan ide inovatif? Apakah semua ide yang muncul dalam benak kita adalah ide inovatif? Mari kita ulas secara singkat.

Pengertian ide sendiri adalah konsep yang abstrak atau bisa disebut juga representasi yang tergambar dalam benak dari beberapa objek.

Sedangkan inovasi adalah teknis implementasi dari sebuah ide yang menghasilkan permulaan sesuatu yang baru, produk baru, atau layanan baru.

Serupa dengan pendefinisian Chuck Frey dari mind mapping software yang mendefinisikan inovasi sebagai sesuatu yang baru atau berbeda yang dapat mengubah banyak hal di dunia ini.

Lantas, bagaimana kita bisa tahu bahwa ide yang kita miliki adalah ide yang inovatif?

Jason Lau dari Make Innovation Work membuat tiga parameter untuk mengkategorikan apakah sebuah ide itu inovatif atau tidak, yaitu:

  1. Seberapa besar ide yang kita miliki mengubah status quo?
  2. Seberapa besar ide tersebut mendefinisikan ulang peraturan, ketentuan, dan struktur hukum?
  3. Seberapa besar ide tersebut akan mentransformasikan perusahaan?

Baca Juga: 5 Cara Menemukan Ide Bisnis Kreatif dan Inovatif yang Dibutuhkan Pasar

Temukan Ide Inovatif dengan Metode SCAMPER

Setiap hari dalam pikiran kita muncul banyak sekali ide. Ide tersebut terkadang datang begitu saja dan bisa hilang jejaknya jika tak kita tangkap dengan baik.

Kadang kita juga mengalami kebuntuan ide untuk melakukan inovasi dalam bisnis kita. Lantas apa yang perlu dilakukan agar kita bisa mengeluarkan banyak ide inovasi dari pikiran kita atau tim kita?

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan metode SCAMPER. Apa itu metode SCAMPER? Sebenarnya kata SCAMPER adalah sebuah akronim dari Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to Another Use, Eliminate, Reverse.

Metode SCAMPER adalah salah satu teknik brainstorming ide yang bisa digunakan bersama tim untuk mengembangkan dan meningkatkan produk atau layanan dengan menjawab tujuh jenis pertanyaan.

Metode ini dikembangkan oleh seorang administrator pendidikan dan penulis bernama Bob Eberle.

Berikut ini adalah tujuh jenis pertanyaan yang perlu dijawab dan dielaborasi:

1. Substitute

Temukan ide dengan mengganti komponen pendukung, bahan, atau manusia dalam bisnis Anda. Pertanyaan yang bisa kamu jawab adalah sebagai berikut:

  • Apa yang bisa saya ganti untuk membuat perbaikan?
  • Bagaimana saya bisa mengganti tempat, waktu, bahan atau orang?
  • Bisakah saya mengganti satu bagian dengan yang lain atau mengubah bagian apa pun?
  • Bisakah saya mengganti seseorang yang terlibat?
  • Bisakah saya mengubah aturan?
  • Haruskah saya mengubah nama?
  • Bisakah saya menggunakan bahan atau bahan lain?
  • Dapatkah saya menggunakan proses atau prosedur lain?
  • Dapatkah saya mengubah bentuk, warna, kekasaran, suara atau baunya?
  • Dapatkah saya menggunakan ide ini untuk proyek lain?

2. Combine

Kembangkan ide dengan mengkombinasikan atau menggabungkan ide atau produk-produk Anda. Anda bisa menjawab pertanyaan berikut ini:

  • Ide, bahan, fitur, proses, orang, produk, atau komponen apa yang dapat saya gabungkan?
  • Bisakah saya menggabungkan atau menggabungkan ini atau itu dengan objek lain?
  • Apa yang dapat saya gabungkan untuk memaksimalkan jumlah penggunaan?
  • Apa yang dapat saya gabungkan untuk menurunkan biaya produksi?
  • Bahan mana yang bisa saya gabungkan?
  • Di mana saya bisa membangun sinergi?
  • Manakah elemen terbaik yang dapat saya kumpulkan untuk mencapai hasil tertentu?

Baca Juga: 5 Perusahaan Perseorangan yang Sukses Berinovasi

3. Adapt

Dalam langkah ini, Anda dapat mengubah dan menyesuaikan produk. Beberapa contoh pertanyaan untuk menemukan apa saja yang perlu diubah dan disesuaikan dalam produk kita adalah sebagai berikut:

  • Bagian mana dari produk yang dapat saya ubah?
  • Bisakah saya mengubah karakteristik komponen?
  • Dapatkah saya mencari inspirasi dalam produk atau proses lain, tetapi dalam konteks yang berbeda?
  • Ide mana yang dapat saya adaptasi, salin, atau pinjam dari produk orang lain?
  • Proses apa yang harus saya adaptasi?
  • Dapatkah saya menyesuaikan konteks atau kelompok sasaran?
  • Apa yang bisa saya adaptasi dengan cara ini atau itu untuk membuat hasil seperti ini?

4. Modify

Pada tahap ini pertanyaan yang perlu diajukan dan dijawab garis besarnya adalah menemukan bagian dari produk atau layanan Anda yang perlu dimodifikasi. Gunakan pertanyaan yang bisa memandu Anda untuk mengubah sebagian atau seluruh situasi atau produk saat ini.

Berikut ini contoh pertanyaan yang bisa Anda gunakan:

  • Apa yang bisa saya kurangi atau hapus?
  • Apa yang bisa saya tambahkan atau lebihkan dari produk ini?
  • Bisakah saya melebih-lebihkan tombol, warna, ukuran, dan bagian lainnya?
  • Apa yang bisa dibuat lebih tinggi, lebih besar, atau lebih kuat?
  • Dapatkah saya meningkatkan kecepatan atau frekuensinya?
  • Bisakah saya menambahkan fitur tambahan?
  • Bagaimana saya bisa menambahkan nilai ekstra?

5. Put to Another Use

Fokus dalam pertanyaan ini adalah bagaimana memanfaatkan benda atau hal untuk penggunaan lainnya. Contoh pertanyaan yang bisa membantu Anda adalah sebagai berikut:

  • Apa lagi yang bisa digunakan?
  • Bagaimana seorang anak atau orang yang lebih tua akan menggunakannya?
  • Bagaimana orang-orang dengan disabilitas menggunakannya?
  • Kelompok sasaran lain mana yang dapat memperoleh manfaat dari produk ini?
  • Apa jenis pengguna lain yang membutuhkan atau menginginkan produk saya?
  • Siapa atau apa lagi yang dapat menggunakannya?
  • Bisakah itu digunakan oleh orang lain selain yang dimaksudkan untuk awalnya?
  • Apakah ada cara baru untuk menggunakannya dalam bentuknya saat ini?
  • Apakah ada kemungkinan penggunaan lain jika saya memodifikasi produk?

Baca Juga: Apakah Organisasi Anda Siap untuk Berinovasi?

6. Eliminate

Fokus dari jenis pertanyaan ini adalah menghapus atau menyederhanakan sebagian dari elemen-elemen produk Anda. Contoh pertanyaan yang bisa Anda gunakan adalah sebagai berikut:

  • Apa yang bisa saya hapus tanpa mengubah fungsinya?
  • Dapatkah saya mengurangi waktu atau komponen?
  • Apa yang akan terjadi jika saya menghapus komponen atau bagian darinya?
  • Bisakah saya mengurangi upaya?
  • Bisakah saya memotong biaya?
  • Bagaimana saya bisa menyederhanakannya?
  • Apa yang tidak penting atau tidak perlu?
  • Bisakah saya menghilangkan aturan?
  • Bisakah saya membuatnya lebih kecil?
  • Dapatkah saya membagi produk saya menjadi beberapa bagian?
  • Saya bisa menghilangkan apa dengan melakukan apa?

7. Reverse

Tahap terakhir dari metode SCAMPER ini adalah Anda perlu untuk mengatur ulang produk atau layanan Anda. Contoh pertanyaan yang bisa Anda elaborasi adalah sebagai berikut:

  • Apa yang dapat saya atur ulang dalam beberapa cara – dapatkah saya menukar komponen, pola, atau tata letak?
  • Dapatkah saya mengubah kecepatan atau jadwal?
  • Apa yang akan saya lakukan jika bagian dari masalah, produk, atau proses Anda bekerja secara terbalik?
  • Saya dapat mengatur ulang apa dengan cara apa sehingga ini terjadi?

Bagaimana cara kita menerapkan metode SCAMPER ini?

Setelah Anda tahu apa itu metode SCAMPER maka ini cara menerapkannya dalam proses menemukan ide inovatif untuk mengembangkan produk atau layanan Anda.

  1. Pilih ide atau produk yang akan Anda kembangkan agar lebih inovatif.
  2. Buat daftar pertanyaan sesuai dengan format dari metode SCAMPER ini.
  3. Jawablah pertanyaan dari daftar pertanyaan yang sudah dibuat.
  4. Putuskan satu hal terpenting dari masing-masing bagian pertanyaan dari metode SCAMPER ini.

Contoh Penerapan Metode SCAMPER

Agar lebih memberikan Anda gambaran maka perhatikan contoh berikut ini.

Anda mencoba berinovasi untuk membuat varian es krim yang rendah karbohidrat dan kaya vitamin. Melalui metode SCAMPER, Anda bisa membuat beberapa alternatif pemikiran seperti:

SUBSTITUTE: Apakah susu almon dan kedelai bisa menggantikan susu sapi untuk membuat es krim?

COMBINE: Apakah es krim almon/kedelai cocok dikombinasikan dengan roti seperti sandwich?

ADAPT: Apakah tekstur dan komposisi es krim sudah cocok dengan konsumen Anda atau sesuai dengan es krim pada umumnya?

MODIFY: Apa saja varian rasa yang bisa diterima oleh konsumen? Apakah perlu menambahkan cita rasa tradisional seperti rasa es doger, cendol, atau es teler?

PUT TO ANOTHER USE: Apakah es krim ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan selain yang memperhatikan kesehatan? Apakah es krim ini bisa dijadikan cemilan diet?

ELIMINATE: Apakah ada elemen yang perlu dihilangkan dari es krim ini? Misalkan menyederhanakan tampilan cup es krim.

REVERSE: Apakah urutan persentase resep es krim dapat diubah?

Baca Juga: Kenalan dengan Scrum, Strategi Jitu Kembangkan Produk Seefektif Mungkin

Siapkah Anda untuk Mengembangkan Ide dan Produk Inovatif?

Setelah Anda mengetahui metode SCAMPER ini, menemukan ide inovatif menjadi terasa lebih mudah, bukan?

Setidaknya dengan metode SCAMPER ini Anda memiliki gambaran bagaimana mengumpulkan ide yang terstruktur hingga nanti bisa diimplementasikan dengan baik.

Untuk cara memilih ide mana yang perlu dijalankan dari sekumpulan ide yang sudah terkumpul dalam kepala akan kita bahas pada pembahasan artikel berikutnya.

Kembangkan produk Anda dengan metode SCAMPER ini untuk menjadi top of mind di kepala konsumen Anda. Dapatkan pengetahuan terkait pengembangan produk menggunakan agile di Online Course Ekipa+.

Selain mendapatkan insight baru tentang agile dan implementasinya dalam proses pengembangan produk, Anda juga akan terkoneksi dengan para praktisi agile lainnya.

Mendefinisikan Ulang Makna Inovasi

Orang selalu melihat inovasi sebagai sebuah hal yang “wah”, entah teknologi terbaru, gadget terbaru, ide paling brilian. Padahal makna inovasi tak sepenuhnya seperti itu. Lantas

Read More »
Open chat