fbpx

Scale Up Bisnis: Strategi Startup Raih Peningkatan Profit Eksponensial

Ekipa.co – Ketika berbicara tentang bisnis di bidang teknologi, Anda akan menemukan beberapa terminologi baru seperti startup, MVP, cara Scale Up Bisnis, venture capital dan semisalnya. Sudahkah Anda tahu maksud dari setiap terminologi itu? Khusus artikel ini, kita akan membahas tentang arti salah satu terminologi yakni scale up.

Apa itu scale up? Apakah setiap startup bisa melakukan perluasan pasar? Kapan Startup bisa dan perlu ekspansi? Apakah perusahaan teknologi perlu penetrasi pasar? Anda akan menemukan jawaban dari pertanyaan besar itu dalam artikel ini.

scale up startup

Apa yang Dimaksud dengan Scale Up Bisnis?

Bila menilik pada pengertian secara bahasa, menurut Oxford Language, arti scale up adalah meningkatkan sesuatu dalam ukuran, jumlah, atau luas, terutama dengan proporsi konstan.

Bagaimana arti dari segi istilahnya? Bila ekspansi pasar ini ditempatkan pada konteks perusahaan teknologi maka inilah pengertian scale up.

Secara sederhana scale up adalah fase berbeda dari pertumbuhan perusahaan. Perusahaan yang masuk ke fase ekspansi pasar biasanya telah mencapai banyak hal, memiliki kesuksesan dan prestasi yang menonjol, dan siap untuk naik ke level selanjutnya.

Untuk sampai di tahap scale up, startup harus sukses untuk menguatkan model bisnisnya terlebih dahulu, memastikan produknya benar-benar tervalidasi dan dibutuhkan oleh konsumen.

OECD mendefinisikan arti scale up sebagai perusahaan yang sudah memiliki rata-rata pengembalian tahunan minimal sebesar 20% dalam 3 tahun terakhir dengan setidaknya 10 karyawan di awal periode.

Ketika sebuah startup masuk fase pertumbuhan scale up ini maka startup akan mengalami peningkatan pesat. Tak terbatas pada peningkatan konsumen saja, tapi peningkatan pendanaan, talenta yang dibutuhkan, dan tantangan yang semakin besar.

Semakin tinggi pohon maka semakin tinggi pula anginnya. Begitu startup sudah scale up maka akan semakin banyak tantangan yang perlu dihadapi.

Pada saat fase terpenting ini startup perlu mendapatkan dukungan yang tepat dari pihak yang tepat pula. Dukungan yang tepat dari pihak yang tepat akan membantu startup bisa mengatasi masalah dan tantangan yang muncul saat perluasan pasar.

Baca Juga: Mendefinisikan Ulang Makna Inovasi

Apa Perbedaan Scale Up dan Startup dalam Bisnis?

Hal yang paling membedakan scale up dan startup adalah dalam tahapan pendanaannya. Saat masih startup biasanya mereka belum terlalu banyak mendapatkan pendanaan.

Namun, ketika sudah memasuki tahap scale up, minimal mereka sudah mendapatkan pendanaan putaran kedua. Dengan kata lain mereka sudah memiliki banyak uang yang bisa digunakan untuk melakukan perluasan pasar.

Untuk melihat perbedaan lain dari startup dan scale up maka lihatlah pada beberapa faktor berikut ini:

Definisi

Startup dan scale up mendeskripsikan dua fase pertumbuhan perusahaan yang berbeda. Bila ditinjau dari definisinya maka berikut ini perbedaan startup dan scale up.

StartupScale Up
Bisnis yang berada di tahap awal menentukan product-market fit, bereksperimen dengan segmentasi pelanggan, dan bekerja untuk menghasilkan margin positif. Bisnis yang telah berhasil memvalidasi produknya di pasar dan sedang dalam proses ekspansi.
Perbedaan Definisi Startup dan Scale Up

Product-Market Fit

StartupScale Up
Masih bereksperimen dengan hal-hal seperti segmentasi pelanggan, biaya akuisisi pelanggan, dan fitur produkScale Up telah berhasil memvalidasi asumsi mereka dengan membuktikan unit bisnis mereka berkelanjutan secara ekonomi.
Perbedaan Product-Market Fit Startup & Scale Up

Tahap Pendanaan

StartupScale Up
Startup biasanya belum memiliki pendanaan, atau baru dapat pendanaan seed dan terkadang pendanaan seri A.Bisnis yang scale up minimal sudah mendapatkan pendanaan putaran kedua.
Perbedaan Tahap Pendanaan Startup & Scale Up

Peran Anggota Tim

StartupScale Up
Anggota tim memiliki banyak peran karena terbatasnya dana untuk melakukan perekrutan.Sudah mulai melakukan penambahan anggota tim dengan spesialisasi masing-masing.
Perbedaan Peran Anggota Tim Startup & Scale Up

Hirarki Manajemen

StartupScale Up
Startup membutuhkan tim manajemen kecil dan agile, biasanya terdiri dari 1-3 manajer.Semakin banyak orang bertambah di perusahaan maka membutuhkan tim manajemen yang semakin besar.
Perbedaan Hirarki Manajemen Startup & Scale Up

Baca Juga: Cara Membangun Startup Sukses dengan Corporate dan Venture Building

Kapan Startup Perlu Scale Up?

Jawaban pasti dari kapan waktu yang tepat untuk startup melakukan Scale Up adalah tidak ada jawaban pasti. Semuanya bergantung pada kondisi startup masing-masing.

Terkadang sebenarnya startup tanpa terasa sudah melakukan perluasan pasar tanpa mereka sadari.

Berikut ini beberapa ciri khas Startup sudah pantas untuk melakukan scale up menurut penelitian dari Barclaycard.

  1. Startup berpindah dari kantor kecil ke yang lebih besar.
  2. Dari sisi pelanggan mengalami peningkatan pesat.
  3. Sudah fokus untuk mengoptimalkan website-nya.
  4. Mengoptimalkan kehadirannya di sosial media.
  5. Tak hanya berfokus pada produk, tapi juga pada pengalaman pelanggan.
  6. Mulai melebarkan pasar internasional.
  7. Memudahkan proses pembayaran seiring bertambahnya jumlah pelanggan.
  8. Bekerja sama dengan ahli keuangan untuk menjaga akun bisnis.
  9. Mempekerjakan konsultan SDM untuk merekrut dan mempertahankan talenta terbaik.
  10. Menyegarkan tampilan dan nuansa merek mereka.

Sedangkan menurut kami di Ekipa, ciri-ciri startup yang sudah siap untuk melakukan ekspansi adalah sebagai berikut:

  1. Mengalami peningkatan jumlah karyawan. (Misal dari puluhan menjadi ratusan karyawan).
  2. Telah mendapatkan pendanaan minimal di seri A.
  3. Perlu mengukuhkan sistem operasi untuk bertumbuh dengan lancar.

Baca Juga: Cara Memulai Bisnis dari Nol dalam 7 Hari

Tahapan Scale Up Bisnis

Untuk pada tahap Scale Up, ada beberapa fase yang perlu Startup lalui. Berikut ini fase dan tantangan yang akan dilalui oleh startup sehingga bisa menuju fase puncak.

1. Fase Startup

Fase startup ini termasuk fase awal. Dalam fase ini, startup memiliki tantangan untuk menemukan model bisnis yang teruji dan bisa diperbesar model bisnisnya.

2. Fase Building Up

Setelah startup lulus melalui tantangan yang ada di fase startup maka fase selanjutnya adalah fase building up.

Tantangan yang ada pada fase ini adalah bagaimana membangun tim yang bisa memberikan performa tinggi. Bagaimana mendapatkan pendanaan atau investasi dari angel investor. Selain itu tantangannya adalah mendapat daya tarik dari berbagai pihak.

3. Fase Scale Up Bisnis

Setelah lulus dari fase building up maka selanjutnya adalah fase scale up. Di fase ini tantangan yang muncul adalah membuat organisasi atau sistem yang bisa mengikuti pertumbuhan startup yang semakin besar.

Baca Juga: 4 Agile Values dalam Merger Gojek dan Tokopedia

Contoh Startup yang Sukses Scale Up di Indonesia

Apakah Anda penasaran dengan contoh startup yang sukses melakukan ekspansi di Indonesia?

Pertumbuhan Startup di Indonesia sungguh mencengangkan. Banyak anak muda yang terus gigih membangun ekosistem startup.

Menurut data OJK per Desember tahun 2021 terdapat sekitar 2.319 startup yang ada di Indonesia. Delapan startup masuk dalam kategori Unicorn dan satu startup masuk kategori Decacorn.

Startup yang masuk dalam kategori Unicorn memiliki valuasi lebih dari 1 miliar dollar AS, sedangkan kategori Decacorn memiliki valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS.

Startup yang masuk ke kategori Unicorn dan Decacorn ini termasuk sukses dalam melakukan ekspansi pasar.

Berikut ini delapan startup yang termasuk ke dalam kategori Unicorn:

  1. Traveloka
  2. Tokopedia
  3. Bukalapak
  4. OVO
  5. J&T Express
  6. OnlinePajak
  7. Xendit
  8. Ajaib

Sedangkan satu startup yang masuk kategori decacorn adalah Gojek.

Baca Juga: Apa Itu OKR (Objective Key Results) dan Keuntungannya untuk Perusahaan

Apa itu Program Scale Up Bisnis?

Ketika startup semakin bertumbuh besar dan berada pada fase scale up, tantangannya semakin besar. Startup perlu mendapatkan dukungan yang tepat dari orang yang tepat.

Tentunya berbeda mengelola puluhan karyawan dengan ratusan bahkan ribuan karyawan. Perlu sistem yang matang, agar tak kehilangan budaya yang telah dirawat semenjak startup didirikan.

Untuk membantu startup dalam mengelola dan mengatasi tantangannya maka Ekipa merancang khusus program perluasan pasar.

Program pelatihan peningkatan penjualan ini adalah program yang membantu startup membangun fondasi yang kuat untuk melakukan ekskalasi bisnis. Dalam program ini, startup akan mendapat dukungan dengan cara yang agile.

Ekipa memilik program Venture Grower. Tim Venture Grower Ekipa terdiri dari para entrepreneur dan profesional coach yang membantu startup Anda dengan metode agile.

Ekipa bekerjasama dengan para International Scale Up Coach yang telah memiliki jam terbang tinggi menemani proses perluasan pasar perusahaan-perusahaan di Eropa.

Baca Juga: Berencana Start Agile? Kamu Wajib Baca 2 Buku Agile Ini!

Manfaat Mengikuti Program Scale Up Bisnis ‘Venture Grower’ dari Ekipa

Apa saja manfaat yang akan Anda rasakan ketika mengikuti program Venture Grower dari Ekipa? Berikut ini beberapa manfaatnya:

  1. Startup Anda mampu mendeskripsikan dengan jelas visi dan misi perusahaan yang membuat banyak orang tertarik.
  2. Startup Anda dapat mendefinisikan visi yang menarik itu ke dalam prioritas per quarter, satu tahunan, atau tiga tahunan yang jelas.
  3. Bisa melibatkan semua orang di perusahaan dalam menghadapi tantangan yang ada sehingga semua orang tahu persis apa yang harus dilakukan sekarang.
  4. Anda akan mendapati segala sesuatunya transparan dalam organisasi sehingga Anda dapat memantau kemajuan, mengukur pertumbuhan dan dampak yang dihasilkan.
  5. Menciptakan sistem organisasi yang penuh pembelajaran.
  6. Anda bisa memperbarui rencana keseluruhan bisnis Anda dalam satu lembar kertas A4.

Baca Juga: Strategi Pengembangan Produk Inovatif dengan Metode Scamper

Dukungan Program Scale Up Bisnis yang Ekipa Berikan

Berikut ini tiga aspek penting yang Ekipa berikan kepada Startup Anda dalam program ‘venture grower’:

1. Agility

Ekipa membantu startup Anda mendefinisikan tipe-tipe pemimpin bisnis seperti apa yang Anda butuhkan. Selain itu kami melatih para pemegang peran penting di startup Anda untuk menjadi pemimpin yang agile dan efektif.

Setelah itu, kami akan membantu startup Anda menciptakan sistem agile untuk memungkinkan implementasi cara berpikir startup di seluruh level.

2. Priority

Semakin banyak sumber daya, semakin banyak hal yang bermunculan dan merebut perhatian Anda sebagai pemimpin untuk memprioritaskannya.

Untuk itulah kami membantu Anda untuk mendefinisikan metrik dan milestone yang berfokus terhadap pertumbuhan tujuan perusahaan Anda.

Kami juga membantu memilih dan membentuk tim yang tepat. Kami membantu Anda membuat sistem komunikasi yang tepat untuk mengoptimasi kolaborasi antar unit bisnis Anda.

3. Culture

Tujuan program scale up bisnis ini adalah membuat startup Anda tidak kehilangan budayanya meskipun bertumbuh dan berkembang menjadi perusahaan besar.

Oleh karena itu, kami terus-menerus membantu startup Anda untuk memperbarui cara berpikir, budaya, pengembangan profesional, dan coaching untuk seluruh tim startup Anda.

Dari C-level hingga ke tim eksekusi, kami mengidentifikasi insentif dan jenjang karir untuk masing-masing stakeholder dalam rangka memaksimalkan partisipasi dalam program ini.

Baca Juga: Program Agile Scrum Master Terbaik di Indonesia

Inikah Saat yang Tepat Untuk Startup Anda Perluasan Pasar?

Menyandang gelar unicorn atau decacorn tentunya menjadi salah satu impian para startup. Program Venture Grower dari Ekipa membantu Anda lebih dekat dengan impian startup Anda.

Untuk tahu apakah startup Anda sudah siap untuk scale up, Anda bisa melakukan sesi konsultasi bersama agile coach kami. Kami memberikan GRATIS 2 jam sesi bersama agile coach Ekipa untuk membahas roadmap planning strategi scale up startup Anda.

  • 00Days
  • 00Hours
  • 00Minutes
  • 00Second
  • 00Days
  • 00Hours
  • 00Minutes
  • 00Second
Need help? Talk to us