fbpx

#LifeAtEkipa by Ika P. Siregar: Minggu Pertamaku Sebagai Agile Coach di Ekipa

Agile Coach Ekipa

“Don’t tell me what to do! I’m self-organized.”

Seperti apa bekerja di Ekipa, sebuah perusahaan konsultan agile yang menerapkan 100% self-organized? Ika P. Siregar, seorang agile coach di Ekipa akan menceritakan kisahnya selama bekerja di Ekipa. Yuk simak bagaimana keseruannya!

Profil Singkat Ika P. Siregar

Ika P. Siregar adalah seorang Agile Coach yang memiliki pengalaman menjadi seorang konsultan lebih dari empat tahun. Ika memiliki banyak pengalaman mulai dari telibat dalam tim teknis maupun non teknis. Peran sebagai seorang business analyst, front end developer, dan project manager sudah Ika rasakan.

Ika mengawali karirnya sebagai IT Finance Associate di EY Company selama lebih dari satu tahun. Berpindah dari EY Company, selama lebih dari 3 tahun Ika menjalani peran sebagai Consultant di IBM. Hingga pada akhirnya pada bulan Maret 2021 lalu Ika bergabung di Ekipa sebagai Agile Coach.

Ika sangat antusias untuk memperdalam pengetahuannya tentang Agile. Untuk menunjukkan kompetensinya, Ika membekali diri dengan mengikuti sertifikasi.

Ika dinyatakan sebagai Certified SAFe® 5 Scrum Master dari Scaled Agile, Inc di bulan Juni 2020. Kemudian pada bulan April 2021 ia mendapatkan sertifikasi Indonesia Scrum Product Owner I dari Ekipa Agile Consultancy Indonesia. Untuk sertifikasi terbaru, Ika mendapatkannya dari International Business and Quality Management Institute LLC sebagai Certified Kanban Coach.

Ika sangat tertarik untuk memberdayakan tim agar mencapai tujuannya, memecahkan masalah dalam tim, memfasilitasi Scrum Events dan membantu perusahaan atau organisasi untuk memahami pengaruh dari menghargai orang (tim) daripada hanya fokus pada proses.

Dengan pengalamannya sebagai konsultan, Ika tak ingin berhenti belajar. Ia ingin terus mengembangkan diri dan meningkatkan kapasitas dirinya untuk menjadi coach, trainer, atau mentor yang baik untuk kliennya. Kini Ika menjadi salah satu agile coach yang siap membantu perusahaan atau organisasi untuk mengadopsi cara kerja agile.

Minggu Pertamaku di Ekipa

Awalnya aku tak mengenal perusahaan apa itu Ekipa hingga suatu hari ketika aku mencari lowongan pekerjaan maka muncullah lowongan sebagai Agile Coach di Ekipa.

Aku pun bertanya kepada salah seorang temanku dan dia tahu Ekipa dari boneka monyet ini. Ya, temanku dulu bekerja di salah satu perusahaan klien dari Ekipa.

boneka monyet

Ternyata boneka monyet ini adalah sebuah analogi yang menggambarkan tantangan atau masalah yang mungkin kita hadapi di dalam perjalanan kita sebagai tim. Monyet ini adalah sesuatu yang perlu kita pedulikan atau atasi.

Singkat cerita, aku pun tertarik untuk bergabung dengan Ekipa dan setelah melewati serangkaian proses interview, aku dinyatakan lolos. Yeay!

Sebelum memulai hari pertamaku bekerja di Ekipa, aku sempat berpikir tentang bagaimana cara untuk beradaptasi di Ekipa. Soalnya aku belum pernah punya pengalaman bekerja di lingkungan kerja seperti ini dengan jumlah karyawan kurang dari 20 orang. Apakah aku akan cocok bekerja di sini?

Kekhawatiranku bertambah, terlebih dengan posisiku sebagai Agile Coach yang tentunya membutuhkan keterampilan untuk terus berbicara. Bertolak belakang sekali dengan sifatku yang introvert.

Aku lebih suka banyak mendengarkan dibanding banyak berbicara. Ditambah sebenarnya pengalaman di kantor sebelumnya lebih banyak berada di balik layar. Sedangkan sekarang dengan peran baru di Ekipa lebih banyak berinteraksi langsung dengan klien.

Hari pertama bekerja pun tiba. Saat itu tanggal 8 Maret 2021, kebetulan sedang ada pertemuan offline seluruh Ekipa team. Impresi pertamaku tentang orang-orang Ekipa, lingkungan, dan budaya kerjanya sesuai dengan ekspektasiku, bagus dan menyenangkan.

Alasanku bergabung di Ekipa

Alasan utama mengapa aku bergabung di Ekipa karena aku teringat akan sebuah pernyataan yang menyatakan,

Kamu tidak akan menemukan versi terbaik dari dirimu sendiri apabila masih bertahan di zona nyaman.

Aku ingin keluar dari zona nyaman dengan menjadi seorang agile coach di perusahaan konsultan agile terbesar di Indonesia ini.

Selain itu, berdasarkan pengalaman sebelumnya sebagai seorang konsultan yang belum menerapkan agile, kini semakin menyadari bahwa agile sangat dibutuhkan oleh perusahaan di kondisi seperti pandemi seperti sekarang ini. Jika kita tidak bisa beradaptasi dengan cepat maka bisnis tidak bisa bertahan lama.

Baca Juga: Apa sih Enaknya Bekerja di dalam Agile Team?

Hal yang Tak Terduga di Ekipa

Hal yang membuatku kagum dengan Ekipa ini adalah transparansinya. Contohnya seperti transparansi keuangan. Hal yang kutahu adalah sangat jarang perusahaan yang membagikan transparansi kondisi keuangan perusahaan kepada seluruh karyawannya. Biasanya hanya divisi keuangan dan bagian manajemen saja yang tahu, tapi tidak dengan Ekipa. Setiap bulan kita mendapatkan info tentang kondisi keuangan Ekipa.

Ada hal yang tak terduga lainnya, ada suatu contoh kasus di mana kita sebagai seorang coach diminta untuk membantu klien mencapai tujuan perusahaan yang berada di luar konteks agile. Karena sepengetahuanku adalah sebagai seorang coach kita tak harus ahli dalam setiap bidang dari klien kita.

Pernyataanku pun dibenarkan oleh COO dari Ekipa yakni Ranco. Ranco mengatakan bahwa kita tak harus ahli dalam setiap bidang dari klien kita. Kita hanya perlu meminta klien menjelaskan tentang pengetahuannya dan barulah kita tahu apa yang bisa kita bantu untuk klien.

Fun Fact Menjadi Agile Coach di Ekipa

Fakta menarik menjadi Agile Coach di Ekipa adalah self-organized. Di Ekipa tidak ada SOP. Setiap coach diberikan kebebasan untuk mengatur waktunya sendiri dalam mengerjakan pekerjaannya maupun berurusan dengan klien.

Jam kerja pun fleksibel, coach diberikan kebebasan untuk mengaturnya mau dari jam 9-6 kemudian off ataupun stand by all day, tapi di jam kerja umum ia akan off. Semuanya diberikan kebebasan asalkan tetap memberikan impact bagi perusahaan.

Menarik, bukan?

Tantangan Menjadi Seorang Agile Coach

Bagi yang belum terbiasa self-organized maka ini bisa jadi tantangan. Biasanya kita ketika bekerja akan mengerjakan apa yang atasan kita inginkan. Namun, berbeda di Ekipa. Ekipa membebaskan apa yang ingin kita kerjakan dan tak ada job description yang kaku. Selama apa yang kita kerjakan cocok bagi kita, klien, dan memberikan impact bagi perusahaan maka bisa diteruskan.

Nah, self-organized menjadi tantangan awal bagiku untuk mengatur ritme bekerja diri sendiri.

Bagaimana Keseharian Sebagai Agile Coach di Ekipa?

Aku bekerja lima hari dalam satu minggu dengan waktu kerja yang fleksibel. Jam mulai dan berakhir bekerja setiap coach berbeda. Kadang ada yang ambil jeda istirahat 2-3 jam dan kadang ada yang non stop seharian jam kerja meeting dengan klien entah 1on1 atau pun dengan tim.

Intinya kembali dengan kebutuhan klien seperti apa dan apa yang bisa kita berikan pada klien. Kadang diwaktu break istirahat aku gunakan untuk baca buku dan crochet juga.

Hal Apa yang Membuat Ekipa Berbeda dari Perusahaan Lain?

Selama bekerja di Ekipa hal yang membuat Ekipa berbeda dari perusahaan lainnya adalah aku mendapatkan work-life balance. Sekarang ini aku tak suka bekerja sampai malam, sehingga sebisa mungkin aku akan mulai bekerja lebih pagi. Sehingga ketika siang hari aku bisa ambil waktu off untuk beristirahat.

Hal menarik lainnya dari Ekipa adalah kita semua bekerja secara remote bahkan sebelum pandemi terjadi. Namun, untuk mengeratkan hubungan antar anggota tim satu dengan yang lainnya biasanya setiap enam minggu sekali ada pertemuan tatap muka di Jakarta.

Hal lain yang tak dimiliki perusahaan lain adalah transparansinya. Semua orang bisa tahu gaji siapapun, cashflow perusahaan, dan semua orang tahu apa yang dilakukan siapapun.

Nah, bagian ini yang paling menarik dan jadi pengalaman baru bagiku yakni adanya sistem komisi bagi coach. Jadi, seorang coach akan mendapatkan sekian persen komisi dari engagement klien dengan Ekipa.

Baca Juga: Mengapa Perusahaan Perlu Menggunakan Agile di Tahun 2021?

Miskonsepsi Tentang Agile Coach

Miskonsepsi terbesar yang membuatku sempat khawatir adalah bahwa sebagai seorang Agile Coach kita harus tahu segalanya dan tidak boleh melakukan kesalahan. Namun, faktanya kita manusia biasa dan bukan Google yang tahu segalanya dan kita juga tidak harus ahli dengan bidang dari klien kita.

Tidak masalah sebenarnya kalau kita tidak tahu. Kita bisa cari tahu tentang pertanyaan dari klien dan memberikan jawaban yang benar kepada sang penanya tersebut. Atau kita bisa bertanya pada tim Ekipa lainnya dan mempelajari pertanyaan dari si penanya.

Rekomendasi Buku atau Online Courses untuk Meningkatkan Keterampilan Sebagai Agile Coach?

Kala waktu luang aku suka baca buku, lihat drama korea, crochet (merajut), dan baca buku self-improvement. Buat siapapun yang ingin meningkatkan keterampilan sebagai agile coach bisa dengan membaca insight blog dari website Ekipa, ikut agile meetup yang diadakan oleh Ekipa, gabung dengan Ekipa+ karena kamu bisa ikut sesi open coach call yang membahas permasalahan yang biasa dihadapi dalam bidang agile.

Bagi kamu yang ingin switch career bisa belajar tentang Indonesia Product Owner Course atau Indonesia Scrum Master yang ada di e-learning Ekipa. Ekipa juga menyediakan sertifikasi Scrum Master dan Product Owner sebagai salah satu jalan ninjamu untuk berkarir sebagai Agile Coach.

Baca Juga: Ekipa Luncurkan Buku Start Agile Tentang Panduan Memulai Transformasi Karya Hugo Messer

Yuk Ikut Agile Courses and Certification di Ekipa, Lagi Promo 76% Off, Lho!

Kalau setelah membaca tulisan ini kamu jadi tertarik untuk menjadi agile coach, aku ada tips nih. Kamu bisa memulainya dengan mengambil kursus dan sertifikasi terkait agile. Nah, untuk sertifikasi memang banyaknya dari lembaga luar negeri.

Namun, jangan khawatir! Di Indonesia ada juga, lho, sertifikasi agile dan scrum master terkemuka di Indonesia. Dimanakah itu? Ya, di Ekipa. Kamu bisa lihat info selengkapnya di E-learning Ekipa. Kebetulan banget lagi ada promo diskon 76% sampai tanggal 5 September 2021 nanti. Yuk klaim diskonnya dengan klik banner berikut:

promo agile courses and certification

Apakah Kamu Tertarik Menjadi Bagian Ekipa Team?

Dari skala 1-10 aku akan memberikan nilai 9 untuk pengalaman bekerja sebagai Agile Coach di Ekipa. Sejauh ini sangat menyenangkan bekerja di Ekipa.

Oh, ya, ada kabar gembira, lho. Saat ini Ekipa sedang membuka beberapa lowongan untuk Agile Coach, Product Owner, dan juga Transformation Leader.

Kalau kamu tertarik untuk bekerja fleksibel, self-organized, dan bebas bekerja dimanapun dan kapanpun maka Ekipa tempat yang cocok untuk kamu.

Ayo, tunggu apalagi. Yuk jadi bagian dari Ekipa dan mari kita kerja bersama. Aku tunggu, ya!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Open chat