fbpx

Open Innovation: Kunci Keberhasilan Inovasi Perusahaan

Ekipa.co – Inovasi merupakan salah satu elemen penting yang mendorong keberhasilan, keberlanjutan dan keunggulan kompetitif suatu perusahaan. Beragam model inovasi terus dikembangkan untuk memudahkan perusahaan dalam berinovasi seperti model inovasi terbuka (open innovation).

Kata Inovasi memang sudah terdengar familiar bagi setiap perusahaan. Namun, pada kenyataannya penerapan inovasi dalam suatu perusahaan/bisnis tampaknya tidak semudah yang dibayangkan.

Bahkan, beberapa perusahaan mungkin tidak memiliki definisi yang jelas mengenai inovasi. Sehingga mereka tak tahu dengan jelas apa yang perlu mereka lakukan.

Risman Adnan, Chief Technology at SRIN, dalam event Meet Up Online Agile Circles Indonesia mengatakan bahwa sebagian besar perusahaan sangat antusias dalam menyambut perkembangan teknologi, seperti AI, Big Data, Metaverse dan sebagainya.

Namun, perusahaan-perusahaan tersebut tidak mengetahui tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana kedudukan dan kondisi mereka saat ini. Sebelum membahas terkait model inovasi terbuka atau open innovation, mari kita definisikan terlebih dahulu terkait apa sebenarnya yang dimaksud dengan inovasi?

Inovasi Perusahaan

Merujuk pada pengertian dari kamus Merriam-Webster inovasi adalah ide, metode dan perangkat yang memiliki novelty (kebaruan). Inovasi dapat juga berupa pengenalan terhadap sesuatu hal yang baru.

Tidak berbeda jauh, Risman Adnan menjelaskan bahwa inovasi merupakan kreativitas, metode atau teknologi yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Penerapan inovasi tentunya bertujuan untuk menghasilkan output yang lebih tinggi dengan efisiensi sumber daya.

Baca Juga: Rahasia Bagaimana Cara BCA Selalu Membuat Inovasi Baru

Pilar-Pilar Inovasi Perusahaan

Inovasi perusahaan sepintas terlihat mudah, tapi ternyata tak semudah yang dibayangkan. Namun, bukan berarti tidak mungkin untuk diaplikasikan.

Untuk menghasilkan inovasi perusahaan yang sukses dan berkelanjutan maka sangat diperlukan pilar yang menyangga setiap proses inovasi. Lantas, apa saja pilar-pilar inovasi yang dibutuhkan oleh perusahaan?

Risman dalam pemaparannya menjelaskan tiga pilar inovasi yang harus dimiliki oleh suatu perusahaan, yaitu:

1. Leadership

Untuk menghasilkan dan menerapkan sebuah inovasi, perusahaan harus memiliki strong leadership team yang mampu menjadi disruptive problem solver.

Tim tersebut harus mampu melihat sebuah masalah 10 kali lebih besar dari kompetitor, seperti halnya Metaverse yang dikembangkan oleh Facebook. Inovasi Metaverse tersebut tentu tercipta melalui eksplorasi teknologi visioner yang dilakukan oleh tim Facebook dalam kurun waktu tertentu.

2. People

Perusahaan harus memiliki SDM core competencies tertentu. Pada sebagian besar perusahaan teknologi, core competencies terbagi menjadi tiga yaitu praktikal, konseptual dan fundamental yang saling berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah inovasi. Ketiga core competencies ini juga dapat dielaborasi pada sejumlah perusahaan atau industri lainnya.

3. Culture

Budaya perusahaan yang mendukung adanya interaksi antarkaryawan untuk saling terkoneksi, berkomunikasi dan berkolaborasi akan mendorong lahirnya inovasi. Namun, pada sebagian besar korporasi, interaksi tersebut umumnya hanya terfokus pada diskusi non-teknikal.

Hal ini berbeda dengan perusahaan Google, Samsung dan Facebook yang interaksi di dalamnya mengombinasikan antara teknologi dan bisnis. Sehingga target bisnis akan sejalan dengan perkembangan dan pengembangan teknologi di perusahaan tersebut tidak dipisahkan.

Baca Juga: Apakah Organisasi Anda Siap untuk Berinovasi?

Open Innovation Sebagai Cara Menghadapi Persaingan Bisnis

Ketatnya persaingan bisnis global yang didukung dengan kemajuan teknologi telah mendisrupsi operasional perusahaan secara menyeluruh. Setiap perusahaan perlu menyiapkan strategi sendiri dalam menghadapi persaingan bisnis.

Dewasa ini, banyak perusahaan mulai menyadari bahwa model inovasi “invent-it-ourselves” sudah tidak cukup kompetitif lagi untuk mengatasi kompleksitas masalah bisnis, seperti peningkatan permintaan konsumen, persaingan dan tekanan pasar.

Perusahaan harus mengakui bahwa sumber daya dan tim R&D internal mereka tidak dapat merespon perubahan secara cepat dengan kebutuhan teknologi yang semakin kompleks dan mahalnya biaya riset.

Sehingga perusahaan membutuhkan suatu model yang memungkinkan inovasi tersedia dan terbuka untuk semua pihak yang terlibat aktif di dalam prosesnya. Hal inilah yang mendorong praktik open innovation semakin banyak diterapkan di banyak perusahaan.

Baca Juga: Berencana Start Agile? Kamu Wajib Baca 2 Buku Agile Ini!

Apa yang Dimaksud dengan Open Innovation?

Open innovation adalah kondisi dimana suatu perusahaan tidak hanya mengandalkan pengetahuan, teknologi, sumber daya internal, seperti karyawan dan departemen R&D untuk berinovasi. Dalam hal ini, perusahaan juga terbuka untuk memanfaatkan berbagai sumber eksternal feedback konsumen, kompetitor, publikasi paten, hasil riset, dan sebagainya untuk mendorong inovasi produk/layanan internal.

Open innovation merupakan antitesis dari model inovasi tertutup atau closed innovation. Model inovasi tertutup adalah model inovasi di mana ide, penelitian dan pengembangan produk perusahaan sepenuhnya bergantung pada sumber daya dan keahlian internal untuk menghasilkan, mengelola, serta mempertahankan ide bisnis baru.

Open Innovation berakar pada keyakninan bahwa peningkatan sharing information dan kolaborasi akan selalu memberikan hasil yang lebih baik.

Open innovation dapat dibagi menjadi empat tingkat inklusi, yaitu:

1. Intracompany

Upaya inovasi terbuka di dalam perusahaan yang menyatukan sumber daya dari berbagai departemen

2. Intercompany

Inovasi terbuka antar dua (atau lebih) perusahaan.

3. For expert

Invovasi terbuka dengan mendatangkan para pakar eksternal yang memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk memberikan masukan sesuai dengan kebutuhan perusahaan

4. Publicly Open

Inovasi terbuka yang mengundang semua orang dari luar perusahaan terlepas dari pengetahuan atau reputasi mereka sebelumnya.

Baca Juga: Apakah Ide Anda Sudah Cukup Inovatif?

Kenapa Perusahaan Perlu Menggunakan Open Innovation?

Seberapa berhasilkah penerapan open innovation terhadap kinerja inovasi perusahaan? Berikut ini adalah keuntungan yang akan perusahaan Anda dapatkan ketika menerapkan model inovasi terbuka atau open innovation:

  1. Mengurangi biaya R&D (desain, prototype, produksi, distribusi, SDM);
  2. Memangkas waktu riset pasar dalam menghasilkan ide untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi;
  3. Meningkatkan diferensiasi produk/layanan;
  4. Membuka peluang baru melalui kolaborasi;
  5. Menciptakan sumber pendapatan baru bagi bisnis ; dan sebagainya.

Tak hanya itu, dalam event Meet Up Online Agile Circles Indonesia, Rama Mamuaya, CEO dailysocial.id mengatakan bahwa open innovation merupakan investasi pada ekosistem perusahaan yang akan mendorong pertumbuhan bisnis di masa depan.

Rama juga menambahkan bahwa dengan membuka diri dan melibatkan berbagai stakeholders dalam proses inovasi, perusahaan dapat memahami masalah secara holistik, mengidentifikasi solusi, dan terispirasi untuk mengeksplorasi peluang baru.

Baca Juga: Program Agile Coaching Terbaik di Indonesia

Sudah Siapkah Anda Menerapkan Model Open Innovation dan Sukses Melakukan Inovasi Perusahaan?

Membaca penjelasan apa itu model inovasi terbuka atau open innovation membuat Anda semakin yakin untuk berganti haluan untuk segera menerapkan open innovation.

Selanjutnya, pertanyaannya adalah bagaimana memulai menerapkan model open innovation ini? Bila Anda tak tahu peta maka carilah petunjuk.

Dalam hal inovasi ini, Anda bisa menggunakan jasa konsultan inovasi seperti Ekipa. Dengan pengalaman yang dimiliki para agile coach Ekipa menangani klien korporasi besar, kami akan membantu Anda mewujudkan inovasi perusahaan yang Anda inginkan sebagai cara terefektif menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
  • 00Days
  • 00Hours
  • 00Minutes
  • 00Second
  • 00Days
  • 00Hours
  • 00Minutes
  • 00Second
Need help? Talk to us