fbpx

7 Mitos Entrepreneur, Fixed Mindset Memulai Bisnis

mitos entrepreneur

Ekipa.co – Hal apa sajakah yang membuat Anda tak kunjung segera memulai bisnis? Apakah Anda terpengaruh oleh mitos-mitos entrepreneur yang beredar di sosial media dan lingkungan sekitar Anda?

Apakah mitos-mitos yang beredar di sosial media sepenuhnya adalah kebenaran? Belum tentu, kali ini kita akan membahas fakta dibalik mitos yang beredar agar Anda tak hanya diam diri berangan menjadi entrepreneur tanpa melakukan apapun.

Mari kita simak tujuh mitos entrepreneur yang sering beredar di lingkungan masyarakat kita!

Baca Juga: Agile Habits, Cara Ampuh Ubah Kebiasaan dalam Satu Waktu

Mitos Entrepreneur dan Faktanya

Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir, jumlah wirausaha di Indonesia masih jauh jumahnya dibandingkan negara-negara tetangga kita di Asia Tenggara. Sekarang ini kurang lebih baru ada sekitar 3,47% dari total penduduk Indonesia yang menjadi entrepreneur.

Kurangnya jumlah entrepreneur di Indonesia ini tak lepas juga dengan banyaknya mitos yang membuat orang-orang enggan untuk menjadi entrepreneur.

Padahal menurut Ir. Ciputra, salah seorang pengusaha besar di Indonesia, mengatakan bahwa semua orang terlepas dari apapun suku, agama, dan rasnya, bisa mempelajari dan menjadi seorang entrepreneur. Hal yang membedakan adalah keemauan, tekad, dan kerja kerasnya untuk menjadi seorang entrepreneur sukses.

Untuk menjadi seorang entrepreneur sukses, Anda perlu untuk menghilangkan mitos-mitos berikut ini dalam benak Anda.

1. Mitos Entrepreneur adalah Bakat Sejak Lahir

Mitos terbesar yang berkembang di negeri kita tercinta ini adalah entrepreneur adalah bakat, warisan genetik, turun-temurun, dan banyak istilah lainnya.

Seakan menganggap bahwa hanya orang-orang pilihan saja yang bisa menjadi seorang entrepreneur. Padahal untuk menjadi seorang entrepreneur diperlukan sikap, pikiran, tindakan, dan ilmu yang perlu diasah terus-menerus.

Banyak ilmu yang sangat diperlukan oleh seorang entrepreneur. Ilmu bukanlah bakat. Ilmu bisa kita pelajari jika kita mau dan siap mencarinya dimanapun ilmu itu berada.

Baca Juga: Growth Mindset Vs Fixed Mindset, Manakah Pola Pikir Anda?

2. Butuh Modal Besar untuk jadi Entrepreneur Sukses

“Saya tidak punya modal uang yang besar untuk memulai bisnis.” Pernahkah Anda mendengarkan keluhan seperti ini ketika diajak untuk berwirausaha?

Padahal sekarang ini untuk memulai berbisnis dan menjadi entrepreneur sukses tak melulu harus bermodalkan uang semata.

Bahkan kini banyak pemodal yang siap berinvestasi pada bisnis kita, apabila model bisnis kita memang menarik dan menguntungkan.

Modal utama bagi seorang entrepreneur adalah niat yang kuat dan konsistensi untuk terus belajar mengembangkan usahanya.

Kini dengan adanya internet, siapa saja dengan mudah bisa mulai berbisnis bahkan tanpa modal uang yang banyak.

Baca Juga: 5 Cara Menemukan Ide Bisnis Kreatif dan Inovatif yang Dibutuhkan Pasar

3. Hanya Orang yang Punya Privilege yang Bisa Jadi Entrepreneur

“Ah, dia bisa jadi entrepreneur sukses karena orang tuanya juga tajir, banyak koneksi. Jadi wajarlah bisnisnya berkembang pesat. Dia kan punya privilege.” Pernah dengar keluhan seperti ini?

Akhir-akhir ini privilege menjadi bahasan yang menarik di sosial media. Banyak pembahasan ketika seseorang sukses pasti ia memiliki privilege entah berupa orang tuanya yang kaya, punya koneksi luas, dan sebagainya.

Sebenarnya setiap orang memiliki privilege yang berbeda-beda. Bagi mereka yang lahir di keluarga kaya raya maka kekayaan dan koneksi orang tuanya menjadi privilege bagi mereka.

Bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan, mereka pun sebenarnya memiliki privilege yakni untuk bisa bertahan dan keluar dari segala situasi sulit hidupnya.

Lagi-lagi apapun privilege-nya kembali kepada tekad dan kemauan kerasa seseorang untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang entrepreneur.

Baca Juga: Kunci Utama Mengasah Agile Habits

4. Entrepreneur Harus Berani Mengambil Resiko

Keputusan untuk menjadi entrepreneur memang membuatmu keluar dari zona nyaman. Mungkin bagi Anda yang terbiasa mendapatkan penghasilan bulanan akan perlu menyesuaikan diri dengan perubahan yang drastis ketika menjadi seorang entrepreneur.

Penghasilan bisa tak menentu, membuat Anda was-was. Namun, inilah resikonya. Mitos yang beredar kehidupan seorang entrepreneur layaknya kehidupan yang mencekam karena dipenuhi dengan lingkaran resiko.

Sehingga orang akan berpikira berkali-kali untuk menjadi seorang entrepreneur. Padahal faktanya adalah resiko selalu ada pada setiap pekerjaan.

Bedanya adalah para entrepreneur sudah memiliki pengetahuan bagaimana cara untuk memanajemen resiko tersebut agar tidak membahayakan jalannya usaha.

Baca Juga: 5 Perusahaan Perseorangan yang Sukses Berinovasi

5. Mitos, Entrepreneur Hanyalah Milik Mereka yang Masih Muda

Hanya karena sekarang banyak anak muda yang sukses menjadi entrepreneur, bukan berarti untuk menjadi entrepreneur terbatas pada usia muda saja.

Siapa saja dengan umur berapa saja memiliki kesempatan sama untuk berhasil menjadi entrepreneur sukses.

Masih ingatkah kisah pendiri KFC yang baru memulai bisnis KFC-nya di usia 65 tahun?

Lihatlah sekarang betapa bisnis tersebut sekarang sukses dan berkembang pesat.

Usia bukanlah halangan untuk menjadi seorang entrepreneur sukses.

Baca Juga: Cara Membangun Startup Sukses dengan Corporate dan Venture Building

6. Jika Paham Ilmu Teknis, Pasti Akan Paham Ilmu Bisnis

Michael E. Gerber dalam bukunya E-Myth Revisited menjelaskan kesalahan fatal mengapa banyak usaha gagal adalah ketika seseorang paham ilmu teknis tentang bidang bisnisnya maka ia akan otomatis paham dalam menjalankan bisnisnya.

Misalnya jika Anda adalah seorang koki, maka Anda akan paham bagaimana menjalankan bisnis restoran.

Jika Anda adalah seorang penulis teknikal, maka Anda akan paham bagaimana menjalankan bisnis penulisan teknis.

Benarkah seperti itu?

Nyatanya itu adalah kesalahan fatal!

Ketika Anda punya ilmu teknis dalam bidang yang Anda jadikan bisnis nantinya, Anda perlu melengkapi diri dengan ilmu bisnis juga.

Karena jika tidak, Anda hanyalah berpindah menjadi pekerja dari satu tempat dimana Anda dulu masih menjadi karyawan menuju ke full time pekerjaan di bisnis Anda.

Baca Juga: Berencana Start Agile? Kamu Wajib Baca 2 Buku Agile Ini!

7. Butuh Ide Jenius yang Belum Pernah Orang Pikirkan

Untuk bikin bisnis yang sukses tak melulu berasal dari ide jenius yang belum pernah sama sekali orang pikirkan.

Nyatanya semua ide yang ada di dunia ini sudah pernah muncul sebelumnya, hanya pengemasannya saja yang berbeda.

Mari kita lihat Gojek, ide awalnya tentu adalah bagaimana agar orang-orang bisa melakukan mobilitas dengan mudah dengan ojek yang profesional.

Bukankah ide tentang ojek sudah sejak dahulu?

Gojek menjadi teladan sukses bagaimana dari ide sederhana bisa menjadi bisnis besar yang sangat sukses seperti sekarang.

Baca Juga: 7 Pertanyaan Ini Membantumu Menemukan Ide Hebat

Ingin Mengubah Ide Anda Menjadi Bisnis yang Berdampak?

Ketika membaca artikel ini, banyak ide berkeliaran dalam kepala Anda.

Anda pun sesungguhnya ingin segera mengeksekusi ide tersebut menjadi proyek atau bisnis yang berdampak dan bermanfaat.

Namun, saking banyaknya ide dalam kepala Anda, Anda bingung ide mana yang sebenarnya customer Anda butuhkan?

Pernah mengalami kondisi seperti itu? Tenang, Anda tak sendiri.

Anda tak mau bukan kalau ide Anda hanya sebatas angan dan tak kunjung diwujudkan?

Ekipa mengerti kegelisahan Anda, untuk itu Ekipa menghadirkan course terbaru yang berjudul Agile Habits Course & Challenge.

Di course baru ini Anda akan dibekali hal-hal yang dibutuhkan untuk mewujudkan ide Anda menjadi bisnis yang berdampak.

Anda tak sekedar duduk dan menyerap ilmunya saja, tapi Anda akan ditantang keluar dari zona nyaman Anda untuk mengikuti #7DayAgileHabits.

Penasaran, seperti apa serunya #7DayAgileHabits ini? Yuk, buruan ikutan Agile Habits Course & Challenge!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Open chat
Need help? Talk to us