fbpx

Tripatra dan Xapiens: Bukti Kesuksesan Inovasi Melalui Kolaborasi Korporasi dan Startup

Ekipa.co.id– Apakah inovasi hanya untuk Startup saja? Jawabannya tentu tidak! Kita akan membahas bahwa inovasi milik siapa saja, korporasi pun bisa. Kita akan membedah bukti kesuksesan inovasi melalui kolaborasi yang apik antara korporasi dan startup.

Kolaborasi antara Tripatra dan Xapiens menjadi salah satu bukti kesuksesan yang bisa diadopsi oleh korporasi besar dan startup di luar sana. Keberhasilan inovasi kedua entitas bisnis yang berbeda ini dibuktikan melalui penghargaan Country Winner 2021 mewakili Indonesia di ajang IDC Future Enterprise Awards.

Apa saja kunci kesuksesan inovasi Tripatra dan Xapiens ini? Mari temukan jawabannya di artikel ini!

Pentingnya Kolaborasi dan Inovasi Untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Dunia berubah, industri pun berubah. Kini kita berada pada revolusi industri 4.0, bahkan digadang-gadang revolusi industri 5.0 akan segera hadir.

Teknologi digital menjadi kunci utama yang terjadi pada revolusi industri 4.0. Betapa kita sudah menyaksikannya sendiri. Sekarang apa saja bisa dilakukan hanya dengan menyentuhkan jari kita di layar ponsel pintar. Mulai dari kebutuhan sembako bahkan hingga urusan kendaraan, semua bisa dikontrol dari ponsel pintar kita.

Industri berubah, perilaku konsumen pun berubah. Bahkan sejatinya yang sulit adalah memprediksi perubahan konsumen yang tak bisa kita tebak.

Perubahan yang begitu cepat membuat perusahaan mau tak mau harus melakukan inovasi. Tak peduli berapapun ukuran perusahaan apakah itu korporasi atau perusahaan rintisan (startup). Semua perlu berinovasi agar tetap relevan di mata konsumen.

Pembelajaran Inovasi dan Kolaborasi dari Tripatra dan Xapiens

Ketika korporasi mampu melakukan inovasi dengan dukungan yang kuat dari korporasi maka bisa jadi inovasi yang dilakukan korporasi akan jauh lebih sustainable.

Muhammad Nursahid, CEO PT Xapiens Teknologi Indonesia

Korporasi memang terlihat susah untuk melakukan inovasi karena birokrasinya. Namun, bukankah korporasi berasal dari perusahaan kecil yang terus berinovasi sehingga bisa menjadi korporasi seperti sekarang ini.

Inovasi tak melulu tentang teknologi atau tools, bahkan sebuah bisnis model yang baru itu pun bisa kita katakan sebuah inovasi.

Korporasi bisa melakukan inovasi dengan mengembangkan entitas bisnis baru dalam perusahaan yang digunakan sebagai innovation hub, tempat dimana perusahaan bisa melakukan eksperimen tanpa harus mengganggu core business seperti yang dilakukan oleh Telkom.

Atau korporasi juga bisa meniru jejak Tripatra, yakni dengan berkolaborasi dengan startup untuk melakukan inovasi dan mengembangkan proyek yang agile.

Tripatra memiliki program transformasi digital dan didalamnya terdapat divisi inovasi dan teknologi. Program tersebut memiliki upaya untuk transformasi dalam bidang manajemen material.

Untuk mendukung upaya transformasi tersebut, Tripatra mengadakan lokakarya Value Stream Mapping (VSM) dengan tujuan untuk merencanakan proses yang menjadi bagian dari peningkatan manajemen material. Lokakarya ini melibatkan pemangku kebijakan yakni Supply Chain Management, Internal Audit, Construction, Engineering Department, Quality System Assurance, dan Project Management.

Rekomendasi dari hasil lokakarya itu salah satunya adalah pengembangan solusi teknologi yang bisa berupa aplikasi mobile atau website yang dinamakan Tripatra Application (TAP).

Aplikasi tersebut kedepannya akan memudahkan pengelolaan material melalui digitalisasi yang terintegrasi dengan sistem lain seperti sistem SAP dan sistem manajerial lain yang ada.

Tripatra menyadari bahwa mereka membutuhkan solusi teknologi tersebut. Namun, untuk mengembangkan solusi teknologi bukanlah domain yang Tripatra miliki karena domain bisnis Tripatra ada pada manajemen proyek dan aset.

Lantas bagaimana? Kolaborasilah jawabannya. Tripatra menyadari kelemahan atau skill set apa yang tidak dikuasai. Sehingga mencari partner yang bisa berkolaborasi dan saling melengkapi, PT Xapiens Teknologi Indonesia pun menjadi partner yang tepat.

Menurut Aries Putra Suswendi, SVP Transformation Tripatra, penting bagi perusahaan untuk menganalisis apa kekurangan dan kelebihan skillset yang dimiliki oleh perusahaan. Sehingga kita bisa mencari partner yang tepat untuk berkolaborasi.

Berikut ini poin-poin latar belakang hal-hal yang Tripatra butuhkan dan solusi yang disediakan oleh PT Xapiens Teknologi Indonesia.

Dalam kolaborasi antara Tripatra dan Xapiens, keduanya menggunakan kerangka Agile Scrum yang mengedepankan cara kerja iteratif.

Cara kerja dengan menggunakan kerangka Agile Scrum membuat kita dapat mengirimkan value lebih efektif kepada user.

Mengapa kerangka Agile Scrum yang dipilih? Karena Agile ini sangat cocok untuk digunakan pada pengembangan solusi kompleks dan yang rentan akan perubahan.

Tak sekadar jual beli putus layaknya dengan vendor. Kolaborasi dengan kerangka agile ini akan terus melakukan kerja iteratif untuk mendapatkan pembelajaran terbaik dan mengembangkan solusi produk yang benar-benar dibutuhkan oleh user sekarang ini.

Sebelum melakukan kolaborasi antara , ada persyaratan mutlak yang harus ada sehingga agility bisa berjalan dengan baik meskipun kedepannya tetap ada tantangan, tapi dengan adanya persyaratan ini apapun tantangannya akan bisa dihadapi dengan baik.

  1. Tim yang sudah diatur dan disediakan oleh Tripatra adalah mereka yang sudah memiliki agile mindset sehingga benar-benar siap untuk melakukan inovasi.
  2. Tim Xapiens masuk dalam bagian tim Tripatra untuk saling melengkapi sesuai dengan domain mereka.
  3. Tim harus menerima bahwa perubahan adalah hal mutlak yang pasti akan terjadi.
  4. Selalu siap untuk mengatasi tantangan tentang cara kerja selama kolaborasi misal pengelolaan budget, dll.

Kini kolaborasi Tripatra dan Xapiens telah berhasil meluncurkan Minimum Viable Product (MVP) dari aplikasi TAP.

Tripatra Application (TAP)

Inilah Saat yang Tepat untuk Membangun Budaya Inovasi

Apa rahasia perusahaan besar Microsoft atau GE tetap bertahan sampai saat ini dan tetap menjadi top of mind di hati para konsumennya? Inovasi, jawabannya!

Mereka tak menjadikan inovasi hanya proses sekali jadi, yangmana kalau sudah terjadi maka tak perlu lagi ada kelanjutan. Mereka justru menjadikan inovasi sebagai budaya sehingga menjadikan individu di perusahaannya sebagai seorang inovator.

Apakah perusahaan Anda sudah memulai untuk terus melakukan inovasi? Atau apakah perusahaan Anda ingin menjadikan inovasi sebagai budaya, tapi masih menemui banyak hambatan?

Tenang, selalu ada jalan. Untuk membangun budaya inovasi di perusahaan Anda, Anda bisa melakukan benchmarking dengan perusahan yang sudah sukses membangun budaya inovasi.

Bila Anda sudah melakukan benchmarking dengan perusahaan lain, tapi tetap merasa kesusahan dalam membangun budaya inovasi dan kolaborasi maka itu tandanya Anda dan organisasi Anda membutuhkan bantuan dari pihak eksternal.

Dukungan pihak eksternal bisa Anda dapatkan dari coach atau pun consultant. Seperti Ekipa, Ekipa telah banyak membantu perusahaan untuk bertransformasi dan membangun budaya inovasi.

Untuk mengetahui apa yang bisa Ekipa lakukan untuk membantu perusahaan Anda membangun budaya inovasi, Anda bisa melihatnya pada halaman Venture Pirates.

  • 00Days
  • 00Hours
  • 00Minutes
  • 00Second
  • 00Days
  • 00Hours
  • 00Minutes
  • 00Second
Need help? Talk to us