fbpx

Cara Memulai Bisnis dari Nol dalam 7 Hari

Ekipa.co – Apakah Anda sedang merasa bingung memulai bisnis apa? Atau apakah Anda sudah punya ide, tapi tidak tahu bagaimana cara memulai bisnis dari nol hingga sukses?

Kalau jawaban dari pertanyaan diatas adalah Iya, maka cara-cara yang akan kita bahas berikut ini adalah untuk Anda.

Kunci utama memulai usaha dari nol hingga sukses adalah memberikan solusi dari permasalahan, frustasi, atau ketidakefisienan yang terjadi di masyarakat.

Karena seorang entrepreneur punya tujuan utama yakni menjadi problem solver dari permasalahan yang ada dengan memberikan solusi melalui produk atau layanan.

Membangun bisnis memang bukanlah proses instan yang bisa dilakukan dalam semalaman. Namun, dalam artikel ini kamu bisa memulai bisnis dari nol dalam 7 hari.

Maksud dari tujuh hari disini adalah dalam 7 hari tersebut Anda sudah mulai menerapkan cara-cara yang akan kita bagikan di sini. Selanjutnya kamu tinggal melakukan pengembangan lebih lanjut. Ini bisa dibilang adalah pondasinya.

Baca Juga: 5 Cara Menemukan Ide Bisnis Kreatif dan Inovatif yang Dibutuhkan Pasar

7 Langkah dalam 7 Hari Memulai Bisnis dari Nol

Langkah awal terlihat berat jika kita tidak memiliki niat yang sungguh-sungguh. Untuk Anda yang berhasil menjalankan 7 langkah ini dalam 7 hari maka peluang untuk memiliki usaha yang sukses pun semakin tinggi.

Apa saja yang akan kita lakukan dalam tujuh hari tersebut? Berikut ulasannya.

1. Pasang Growth Mindset, Enyahkan Fixed Mindset

Langkah paling awal untuk memulai usaha dari nol adalah dengan memasang growth mindset dalam pikiran Anda. Seorang yang ingin menjadi entrepreneur sukses perlu untuk memiliki mindset ini sebagai kebiasaan.

Ketika seseorang memiliki growth mindset, mereka akan mudah untuk mulai mengeksekusi ide bisnisnya tanpa terpengaruh pikiran-pikiran yang membelenggunya.

Growth mindset juga menjadi tameng yang kuat ketika kita nanti dalam bisnis mengalami permasalahan yang rumit.

Sebaliknya fixed mindset membuat bisnis kita tidak jalan kemana-mana dan apabila ada masalah atau hambatan di tengah jalan, bisnis pun ikut berhenti di tengah jalan.

Baca Juga: Apakah Parameter Ide Inovatif Anda Sudah Tepat?

2. Identifikasi Peluang sebelum Memulai Bisnis

Setelah Anda mulai menata pola pikir menjadi pola pikir growth mindset, maka langkah selanjutnya adalah mulai untuk mengidentifikasi peluang bisnis.

Bagaimana cara mengidentifikasi peluang bisnis? Jawabannya adalah dengan mengenali masalah terlebih dahulu. Karena tujuan utama bisnis tidak hanya keuntungan, tapi juga memberikan solusi atas permasalahan melalui produk atau layanan.

Setiap bisnis yang hebat pasti diawali dengan sebuah masalah.

Untuk membantu Anda mengidentifikasi peluang bisnis, maka Anda bisa menjawab pertanyaan berikut ini:

Pertanyaan
Masalah apa yang ingin Anda pecahkan?
Siapa sajakah yang terkena dampak dari masalah yang ada? Apakah ada banyak orang yang memiliki masalah serupa ataukah masalah tersebut hanya asumsi Anda saja?
Deskripsikan apa solusi yang Anda berikan untuk mengatasi masalah tersebut?
Skill atau keterampilan apakah yang Anda punya untuk mengatasi masalah tersebut?
Sumber daya apa saja yang Anda miliki untuk menyelesaikan permasalahan tersebut?

Baca Juga: Scum, Strategi Jitu Kembangkan Produk

3. Memulai Bisnis dengan Memahami Siapa Customer Anda

Kesalahan yang sering terjadi pada sebuah bisnis adalah melewati langkah ketiga ini dan buru-buru langsung ke langkah empat. Mereka sudah menciptakan produk yang paling inovatif tanpa terlebih dahulu mengetahui siapa yang akan menjadi target pelanggan mereka.

Tanpa pelanggan, bisnis tidak bisa bergerak. Produk inovatif apapun bila tanpa ada pelanggan yang mau maka itu bukanlah produk inovatif.

Beruntung sekali pada era internet ini, setiap orang yang ingin memulai bisnis tak perlu pusing untuk melakukan riset siapa taget pelanggan mereka. Berbeda dengan sebelum internet berkembang, untuk melakukan riset pasar saja butuh waktu berbulan-bulan.

Langkah ketiga ini Anda perlu mendefinisikan secara jelas, siapa target pelanggan Anda. Apa yang dimaksud target pelanggan atau target customer?

Target pelanggan atau target customer adalah sekelompok orang yang sedang mengalami permasalahan yang akan bisnis Anda bantu pecahkan dan mereka yang berpotensi untuk membeli produk atau layanan Anda.

Setelah Anda tahu siapa target pelanggan Anda, cobalah untuk mencari tahu apa masalah mereka. Anda tak perlu menanyakan satu per satu dari sekelompok target pelanggan Anda.

Anda bisa memilih beberapa orang dan menanyakan asumsi-asumsi yang telah Anda buat terkait masalah yang mereka alami. Hal ini bisa disebut dengan validasi pelanggan atau customer validation.

Baca Juga: 5 Ide Inovasi Bisnis Saat Perpanjangan PPKM Level 4

Apa itu customer validation?

Customer validation adalah sebuah proses untuk benar-benar memahami kebutuhan pelanggan Anda dengan cara berinteraksi bersama mereka untuk mengkonfirmasi atau menguji kebenaran asumsi yang telah Anda buat tentang masalah mereka dan solusi yang akan Anda berikan.

Dengan benar-benar mengenali siapa target pelanggan kita dan melakukan validasi pelanggan maka kita akan dengan mudah menentukan produk dan layanan apa yang mereka butuhkan.

Ketika kita sudah tahu siapa target pelanggan kita maka kita pun akan dengan mudah untuk mengetahui cara berinteraksi dengan mereka.

Berikut ini pertanyaan yang bisa Anda jawab untuk membantu Anda mengenali siapa target pelanggan Anda:

Pertanyaan
Bagaimana target pelanggan Anda merasakan permasalahan yang Anda telah deskripsikan?
Mengapa mereka perlu memberi produk atau layanan Anda untuk mengatasi permasalahan mereka?
Bagaimana produk Anda akan menyelesaikan permasalahan target pelanggan Anda?
Dari data target pelanggan yang sudah Anda kumpulkan, jelaskan 3 cara utama bagaimana target pelanggan mengenali bisnis Anda?
Bagaimana mereka membeli, menggunakan produk atau layanan Anda?

Baca Juga: Strategi Pengembangan Produk Inovatif dengan Metode Scamper

4. Definisikan Produk atau Layanan Anda

Setelah Anda tahu siapa target pelanggan Anda maka inilah saatnya untuk menentukan produk atau layanan yang membantu memecahkan permasalahan mereka.

Hal yang perlu digarisbawahi dalam menentukan produk atau layanan adalah Anda perlu menambahkan nilai tambah pada produk atau solusi yang Anda berikan kepada pelanggan.

Produk atau layanan berkualitas adalah yang tidak hanya memecahkan permasalahan pelanggan, tapi juga yang memberikan nilai tambah.

Anda bisa mendefinisikan produk dan layanan dari bisnis Anda menjadi lebih jelas lagi dengan bantuan pertanyaan berikut ini:

Pertanyaan
Hal apa yang membuat bisnis Anda memiliki nilai lebih di mata pelanggan Anda? Apakah terkait dengan teknologi yang Anda gunakan, keterampilan, model bisnis, harga, atau faktor lainnya?
Nilai apa yang membedakan bisnis Anda dengan kompetitor sejenis?
Apa kelemahan dan kelebihan kompetitor bisnis Anda?

Baca Juga: Open Innovation: Kunci Keberhasilan Inovasi Perusahaan

5. Kembangkan Model Bisnis Anda

Setelah Anda menetapkan apa yang akan jadi produk dan layanan dari bisnis Anda maka selanjutnya adalah menentukan model bisnis Anda.

Model bisnis adalah sebuah model untuk menciptakan dan menyampaikan nilai kepada pelanggan Anda dan bagaimana Anda menangkap nilai dari pelanggan Anda.

Bagaimana sebuah bisnis menentukan nilainya? Tentu dari produk dan jasa yang mereka miliki.

Dengan memiliki model bisnis yang jelas maka kita bisa tahu secara jelas bagaimana nanti bisnis kita mendapatkan pemasukan, siapa saja partner yang kita butuhkan, bagaimana kita akan mengkomunikasikan nilai bisnis kita kepada pelanggan, dan banyak manfaat lainnya.

Salah satu cara untuk membuat model bisnis adalah dengan menggunakan Model Business Canvas.

Baca Juga: 2 Tips Penting Membangun Organisasi Agile

6. Buat MVP (Minimum Viable Product)

Ketika kamu sudah mengetahui siapa target pelanggan Anda, apa produk dan layanan yang Anda siapkan untuk menyelesaikan masalah, dan model bisnisnya pun sudah jelas, kini saatnya mewujudkan produk atau layanan Anda.

Anda tak harus menyempurnakannya di awal. Anda bisa membuat MVP (Minimum Viable Product).

Minimum Viable Product ini adalah seri sederhana dari produk dan layanan Anda yang sudah mencakup untuk menyelesaikan permasalahan pembaca.

Segera setelah MVP sudah dibuat, ujikanlah pada target pelanggan Anda.

7. Dapatkan Feedback dan Lakukan Perbaikan

Ketika Anda sudah selesai membuat MVP dan mengujikannya kepada target pelanggan Anda maka jangan lupa untuk meminta feedback atas produk Anda dari mereka.

Feedback ini sangat penting untuk bahan perbaikan produk dan layanan Anda ke depannya.

Baca Juga: Berencana Start Agile? Kamu Wajib Baca 2 Buku Agile Ini!

Ingin Memulai Bisnis dalam 7 Hari?

Itulah tujuh cara yang bisa Anda praktekkan dari satu hari ke hari berikutnya dalam 7 hari. Setelah melewati tujuh hari tersebut, kembangkan produk dan layanan Anda sesuai dengan feedback dari pelanggan Anda dan teruslah memberikan nilai lebih dalam menyelesaikan permasalahan pelanggan Anda.

Jangan lupa juga untuk selalu membangun kebiasaan yang agile dalam memulai bisnis. Karena memiliki kebiasaan tersebut mampu membuat Anda lebih tangguh ketika menghadapi naik turun usaha Anda.

Untuk membantu Anda menguasai kebiasaan yang agile dan memulai bisnis dari nol, Ekipa hadirkan online course terbaru yang berjudul Agile Habits Course & Challenge.

Dalam online course terbaru kamu akan belajar fundamental dari kebiasaan yang agile dan terdapat tantangan selama 7 hari untuk mempraktekkan dan memulai bisnis Anda mulai dari menemukan ide hingga mendapatkan feedback dari pelanggan.

  • 00Days
  • 00Hours
  • 00Minutes
  • 00Second
  • 00Days
  • 00Hours
  • 00Minutes
  • 00Second
Need help? Talk to us