fbpx

4 Kunci Sukses Tripatra & Zebra Cross Membangun Data-Driven Organization

Data menjadi ’emas’ baru di zaman digital ini. Siapa yang punya data, dia akan bisa melakukan segalanya. Termasuk organisasi, organisasi yang sudah berubah menjadi data-driven organization akan mampu membuat banyak hal untuk meningkatkan bisnisnya. Lantas bagaimana cara membangun data-driven organization?

Untuk menjawab pertanyaan tentang cara membangun data-driven organization, kita akan langsung belajar dari dua perusahaan besar yang sudah memulainya dan benar-benar menjadi data-driven organization.

Ya, kita akan belajar dari Tripatra, perusahaan yang bergerak pada bidang engineering, procurement, and construction (EPC), manajemen proyek, dan operation & maintenance (O&M).

Selain itu, kita akan belajar dari perusahaan Zebra Cross Teknologi Indonesia, perusahaan digital transformasi yang memadukan keahlian teknologi digital tingkat dunia dengan kearifan local.

Apa saja yang Tripatra dan Zebra Cross lakukan untuk membangun data-driven organization? Mari simak artikel ini hingga tuntas ya.

4 Pillar Penting yang Tripatra Lakukan untuk Membentuk Data-Driven Organization

Membangun organisasi yang melek data tidak hanya mengandalkan divisi tertentu yang kesehariannya memegang data. Namun, keseluruhan elemen organisasi akan perlu melakukan hal berbeda dalam rangka menjadi data-driven organization.

Seperti yang Tripatra lakukan, ketika membuat organisasinya melek data, maka ada empat pillar penting yang perlu diperhatikan dalam prosesnya. Apa saja empat pillar penting tersebut?

1. People

People atau bisa kita sebut dalam konteks bahasa Indonesia adalah sumber daya manusia. Ini hal terpenting, karena motor penggerak utama perusahaan adalah sumber daya manusianya, secanggih apapun teknologi, masih tetap membutuhkan adanya manusia.

Apa yang Tripatra lakukan dengan sumber daya manusianya? Jelas, proses ini adalah proses yang paling menantang. Karena proses mengembangkan sumber daya manusia agar punya literasi data yang tinggi itu ada tantangannya.

Tantangan pertama adalah tentang mindset atau cara berpikir mereka. Dalam rangka membuat data-driven organization, setiap sumber daya manusia yang ada di organisasi perlu mengadopsi dan mengimplimentasikan agile mindset.

Dalam mendorong sumber daya di organisasinya mengadopsi dan mengimplementasi agile maka Tripatra melakukan transformasi agile yang didukung oleh kehadiran pihak ketiga seperti Ekipa untuk memastikan transformasi agile berjalan dengan tepat dan lancar.

Pada intinya proses ‘people’ ini mengarah pada perubahan cara berpikir dan dorongan untuk saling berkolaborasi satu sama lain.

2. PROCESS

Dalam membangun data-driven organization, proses bisnis juga termasuk penting untuk diperhatikan. Tripatra dalam hal ini menggunakan value stream mapping.

Dengan menggunakan value stream mapping ini proses bisnis menjadi semakin efisien dan efektif. Waktu yang terbuang untuk hanya mengumpulkan data menjadi lebih singkat karena sudah terautomasi dengan baik.

Dengan adanya proses bisnis yang lebih singkat, efektif, dan efisien maka disitulah terjadi peningkatan dalam organisasi.

Selain itu hal yang Tripatra lakukan adalah melakukan standarisasi dalam proses pengumpulan dan pelaporan data. Hal ini sangat membantu sekali untuk proses bisnis yang lebih efisien dan efektif.

Karena biasanya hal yang sering terjadi adalah setiap orang memiliki cara pengumpulan data yang berbeda-beda satu sama lain, tentu indikator yang satu orang gunakan dengan yang lainnya akan berbeda sekali.

Untuk itu perlu adanya standarisasi yang bisa memudahkan pengumpulan dan pelaporan data secara kumulatif.

Kemudian dalam hal perkembangan dan peningkatan proses bisnis, hal yang Tripatra lakukan adalah mengadopsi teknologi, sebuah hal mutlak yang tidak bisa ditunda di era digital seperti sekarang ini.

3. Technology

Hal ini berkaitan dengan pillar process yang ada pada poin sebelumnya. Proses bisnis sangat membutuhkan efisiensi dan bisa dibantu oleh adanya Teknologi.

Oleh karena itu Tripatra menggandeng PT Zebra Cross Teknologi Indonesia untuk membantu automasi dalam bentuk teknologi khususnya teknologi machine learning, Artificial Intelligence untuk meluncurkan platform digital.

Beberapa platform digital yang diluncurkan Tripatra dalam kurun waktu dua tahun adalah sebagai berikut:

TAP (Tripatra Application) e-Proc : untuk menggaet semua vendor dan kontraktor

TAP MM: TAP Material Management System

TAP DCT: TAP Digital Control Tower

LPMS: Life Project Management System 

TESSA: aplikasi untuk Human Capital

CRM : aplikasi untuk Business Development

Tripatra juga memaksimalkan penggunaan MRP/SAP.

4. Business Vision

Berbicara tentang visi bisnis, dulu Tripatra merupakan service provider dan kini bertransformasi menjadi solution provider. Dimana transformasi ini merupakan dua hal yang berbeda yakni antara service and solution.

Mengapa Tripatra melakukan transformasi seperti itu? Karena mereka sadar bahwa jika hanya melakukan business as usual (BAU) maka mereka akan terpinggirkan dari kompetisi. Perubahan sudah terlihat di depan mata dan Tripatra perlu beradaptasi.

Pada tahun 2007 Tripatra melakukan merger dengan Indika Energy dan mendukung komitmen Indika Energy untuk mencapai Net-Zero Emission pada tahun 2050.

Ada cerita menarik di sini. Dengan adanya visi bisnis tersebut, Indika Energy perlu melepaskan anak usahanya yang bergerak di bidang batu bara. Padahal perusahaan tersebut masih sangat memberikan keuntungan.

Alhasil, Tripatra pun mendukung Indika Energy dalam keputusan itu, terutama dalam hal data seperti berapa pendapatan yang bisa kita dapatkan, dan sebagainya.

4 Pillar Transformasi Digital untuk Melakukan Optimisasi Bisnis dari Zebra Cross Teknologi Indonesia

Apa sebenarnya yang ingin Anda dapatkan dari kumpulan data? Bukan hanya angka saja, tapi tentunya kita ingin mendapatkan insights tentang apa yang bisa kita lakukan untuk membuat bisnis kita lebih baik lagi.

Dari data kita bisa melihat apa yang berhasil dan apa yang masih perlu perbaikan. Jika ada indikasi hal yang memerlukan perbaikan maka bisa segera dilakukan tindakan. Jika tidak cepat melakukan tindakan maka efisiensi bisa terganggu.

Berikut ini ada empat pillar yang biasa PT Zebra Cross Teknologi Indonesia lakukan dalam melakukan optimisasi bisnis.

1. Acquire & Aggregate

Langkah pertama tentunya adalah dengan memperoleh dan mengumpulkan data. Untuk mengurangi tingkat kesalahan maka Anda perlu mendapatkan data real time dan dari pemilik langsungnya.

Teknologi yang bisa Anda gunakan adalah IoT, data management platform, dan control tower.

2. Discovery

Setelah kita berhasil mengumpulkan data maka ini waktunya melakukan analisis untuk mendapatkan ide atau bahkan peluang baru.

Data bisa digunakan sebagai bahan untuk melakukan root analysis dan alat deskriptif untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi dan bahkan bisa digunakan sebagai alat diagnosis.

Teknologi yang bisa Anda gunakan adalah advanced analytics and machine learning.

3. Predictive

Data bisa kita jadikan untuk memprediksikan kondisi bisnis kita di masa ke depannya. Apakah kira-kira kita bisa meraih tujuan yang ingin kita capai atau tidak.

Teknologi yang bisa digunakan adalah advanced analytics and machine learning.

4. Optimization

Gunakan simulasi prediktif untuk menentukan parameter terbaik yang cocok untuk berbagai skenario operasi yang berbeda.

Misalnya jika di akhir tahun kita sudah tahu bahwa hasil prediktifnya menunjukkan bahwa kita tidak bisa mencapai tujuan yang diinginkan maka kita bisa mengetahui faktor apa saja yang perlu dibenahi dan di-optimisasikan lagi.

Fungsi dari pillar ke-empat ini adalah kita bisa tahu apa yang tidak bisa kita lakukan dan bisa kita lakukan sehingga kita bisa melakukan hal yang optimal untuk mencapai tujuan itu.

Sudahkah Perusahaan Anda Membangun Data-Driven Organization?

Dari keempat pillar yang diterapkan oleh Tripatra dan Zebra Cross Teknologi Indonesia, pillar manakah yang sudah perusahaan Anda adopsi?

Atau ternyata keempat pillar tersebut belum ada dan maksimal untuk Anda perhatikan dalam membangun data-driven organization? Jika iya, mungkin Anda akan bertanya langkah awal apa yang perlu perusahaan Anda lakukan?

Langkah awal yang bisa perusahaan Anda lakukan adalah membantu setiap sumber daya manusia yang Anda miliki di perusahaan untuk memiliki agile mindset.

Bila ternyata perusahaan Anda masih belum familiar tentang apa itu agile maka perusahaan Anda bisa memulai untuk melakukan transformasi agile.

Ekipa akan hadir membantu Anda untuk membantu Anda melakukan transformasi agile yang tepat dan lancar.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
  • 00Days
  • 00Hours
  • 00Minutes
  • 00Second
  • 00Days
  • 00Hours
  • 00Minutes
  • 00Second
Need help? Talk to us